Bisul

Leave a comment

Aliya bisul di kepala belakang, untuk kedua kalinya dalam sebulan terakhir.
Bisul pertama sampai sebesar kelereng. Awalnya hanya kulit yang tampak kemerahan, lama-lama seperti benjol, semakin lama semakin besar dan benjolannya terkonsentrasi di satu titik, membesar tapi tidak lebar. Seperti saya bilang, mirip kelereng, atau anggur mungkin lebih pas.
Benjolan itu bernanah dan bermata. Suatu hari pecah, dan benjolan pun berangsur-angsur hilang. Namun bekasnya jadi tidak ditumbuhi rambut. Kata Abah sih, memang begitu karakter si bisul. Bikin pitak.
Seminggu yang lalu, benjolan yang lain keluar di dekat bisul yang lama. Kali ini lebih banyak, dan sepertinya lebih sakit. Setiap dipegang, Aliya menangis.
Hasil bertanya ke beberapa teman, rata-rata tanggapannya sama. Katanya saya kebanyakan protein. Katanya kebanyakan makan telur. Sungguh… Selama ini kata-kata “Jangan kebanyakan makan telur nanti bisulan” saya anggap mitos. Pada akhirnya terkonfirmasi kebenarannya ketika memutuskan pergi ke dokter anak hari ini, dan mendapatkan saran yang sama, “Ibu coba berhenti makan telur seminggu ya, kita lihat apakah ada perubahan”.

Bisa jadi karena telur. Telur adalah bahan makanan yang wajib ada di rumah. Paling mudah untuk diolah. Males masak atau sempit waktu untuk memasak, tinggal goreng telur… Selesai.

Makanya ketika dokter bilang “Kita lihat apakah ada perubahan”, saya pastikan, ada. Saya yang berubah kudu lebih variatif dalam masak. Lah masa telor ceplok bae jeh.

Demikian.

Ga penting sih. Tapi biar inget aja, sejarah pitak di kepala Aliya. Hiks.

Drafted 13 Jun 2018/ 28 Ramadhan 1439/ @Masjid Habiburrahman Bandung

Advertisements

Sebelum Tidur

Leave a comment

Lagi buka-buka catatan lama di HP dan menemukan beberapa draft yang ga pernah terposting di blog. Salah satunya tulisan di bawah ini, yang menurut info diketik pada 24 Desember 2016 silam. 

Setelah dibaca-baca lagi, ceritanya emang ga penting, tapi jadi mengingatkan lagi kebiasaan Ahnaf sebelum tidur setahunan yang lalu, yang mana masih bertahan hingga sekarang.

***

Kurang lebih seminggu ini, saya dan Papnya anak-anak dibuat ‘jengkel’ dengan ‘ritual’ Ahnaf sebelum tidur. 

Tidak mau disusui, kadang tak mempan diusap punggungnya, lalu berteriak-teriak dengan nada tinggi… “Aaa… aaak… aaak…”, sambil berguling kesana kemari, sementara matanya setengah terpejam. Memang aslinya mengantuk… tapi sulit tidur.
“Adeee… kenapa sih Dee..” ujar saya, pakai logat Akhtar.

“Aaak… aaak…” jawabnya. Teriakan satu ke yang lain berjeda 1-2 detik. 

Gemez gemez lucu sebenarnya… jika dan hanya jika saya dalam kondisi segar bugar tidak mengantuk. Seringnya malah jadi ‘jengkel’ karena teriakan kecilnya itu bikin saya yang sudah mengantuk jadi jangar. 

Lalu… apa sebab?

Dalam kondisi mengantuk, seringnya saya tidak langsung menemukan solusi untuk meredakan jeritan kecilnya itu. Yang refleks saya lakukan adalah mengusap punggungnya -biasanya Ade suka diusap punggung sampai tertidur-.

Kalau masih teriak-teriak juga saya usap punggung di bawah bajunya. Disitu saya dapati punggung Ade berkeringat, “Oh… mungkin Ade kepanasan”. Maka saya ubah posisi kipas angin lebih mengarah ke Ade.

Kalau masih teriak-teriak juga saya bacakan surat dan ayat pendek pengantar tidur, lalu ditutup doa sebelum tidur. Eh… masyaAllah… beberapa kali pakai cara ini mempan lho… saya pun berbaik sangka. Jadi, sebenarnya Ade berteriak-teriak itu sebagai cara mengingatkan Mim agar lebih memerhatikan adab-adabnya sebelum tidur… “Makasih ya Deek… ” masih pake logat Akhtar.

Eh… tak lama Ade teriak-teriak lagi. Nah kalau kali ini, tak lain tak bukan pasti minta mimik… dan betul saja, mimik sekejap Ade langsung tertidur.

***

Masih di Ciledug, 24 Desember 2016

Para Maniak Kereta Api

Leave a comment

Salah satu kosakata yang dikuasai Akhtar ketika dulu mulai belajar bicara adalah “Ta api”, maksudnya kereta api. Saya rada lupa bagaimana mulanya ia begitu gandrung sama kereta api, karena waktu itu kami masih tinggal di Pasuruan dan sangat jarang melihat dan naik kereta api, kecuali kereta odong-odong yang beberapa kali dalam seminggu lewat depan kontrakan kami. Lain lagi kalau di Bandung, tepatnya di Padalarang, kereta api adalah salah satu alat transportasi andalan kami kalau mau nyaba kota.

Singkat cerita… tumbuhlah Akhtar jadi seorang maniak kereta api :p. Mula-mula suka menggambar pun yang digambar adalah mobil dan kereta api, bahkan sampai sekarang ga pernah bosan menggambar kereta api dengan berbagai jenisnya. Termasuk mainan pun, saat ini lagi suka banget mendorong-dorong kereta api yang ia susun dari balok-balok bangun. 


Di luar itu, ia pun cepat sekali menghapal nama-nama stasiun. Rute Kereta Bandung Raya dari Padalarang ke Cicalengka dan sebaliknya sudah ia hapal sejak lama. Bahkan rute kereta api Cibatu-Purwakarta, yang belum pernah dinaikinya ia hapal. Dan tak jarang ia meminta saya atau Papnya untuk mencarikan rute kereta api dari kota A ke B, misalnya dari Jakarta ke Bandung, lalu ia baca beberapa kali dan ia hapal.

Pun Akhtar sangat excited jika naik kereta api. Ia bisa bertahan tidak tidur sepanjang perjalanan Bandung-Jakarta, demi melihat ke luar jendela kereta api, mengamati, dan bertanya banyak hal. 

Di usia 2 tahun ketika kami masih tinggal di daerah Pasar Minggu, ia paling suka nangkring di pinggir rel melihat KRL lewat. Kalau bosan dan rewel di kontrakan, salah satu obat yang paling mujarab yaa memberinya tontonan kereta api dari youtube, namun karena sinyal di kontrakan sangat buruk, saya terpaksa mengajaknya ke pinggir rel, beberapa menit pertama, emak masih anteng nungguin, menit-menit berikutnya… emaknya yang jadi rungsing. Kebayang lah ya… nunggu di pinggir rel, ga ada tempat yang nyaman untuk duduk, banyak kendaraan lalu lalang, dan panas, secara di Jakarta.

Sesekali saya ajak juga Akhtar naik KRL kalau rewelnya udah level advance, yang mana jalan menuju stasiun pun butuh perjuangan banget. Akhtar waktu itu masih 2 tahun, belum cukup aman untuk diminta berjalan sendiri di pinggir jalan raya yang ramai, maka harus digendong dalam kondisi saya yang lagi hamil Ahnaf saat itu, sementara naik kendaraan pun nanggung banget karena jarak ke stasiun tidak terlalu jauh. Terjauh, kami pernah naik sampai Depok aja. KRL sangat nyaman dinaiki di luar jam berangkat dan pulang kantor yang sangat padat.

Nah sekarang, sedikit banyak pasti terpengaruh dari Akhtar, Ahnaf sangat sukaaaaa kereta api. Ia menyebutnya… “Api… api… ” jika mendengar suara kereta api atau sekedar melihat rel. Bahkan sepertinya, bagi ia sekarang, apalagi kalau sedang berada di dalam kereta, yang di maksud dengan api adalah rel kereta api. Ahnaf sangat senang kalau dibawa ke stasiun, “Api.. api… “, katanya, lalu ketika dibawa masuk ke dalam kereta api, ia akan bingung, mana kereta apinya? Maka ia hanya akan menunjuk-nunjuk rel di luar kereta dan menyebutnya “Api…”.

Tak jarang Ahnaf memaksa jalan ke pinggir rel hanya untuk melihat kereta api lewat. Ia tidak akan mau pulang sampai melihat setidaknya satu rangkaian kereta api. Mujur kalau memang pas jadwalnya kereta lewat, kalau ngga… yaaa nunggu lama. Tapi, ia hanya akan memaksa melihat kereta api ke Abah atau Papnya (kalau lagi di rumah). Ia ga pernah memaksa ke siapapun lagi, termasuk ke saya. Alhamdulillah yah… :p

Tapi ya itu, permintaannya itu ga kenal waktu. Bisa ujug-ujug minta kapan pun, bahkan pernah pada larut malam. 

Tak jauh beda dengan Akhtar, saat ini Ahnaf pun lagi senang mendorong-dorong kereta api mainan yang disusun kakaknya dari balok-balok itu… maka timbul persoalan, karena kakaknya tidak pernah mau meminjamkan, akhirnya Ahnaf ngalah. Sebagai ‘pelampiasan’, kalau pas Akhtar tidur, dan Ahnaf belum, Ahnaf akan memainkan kereta balok itu lamaaaa sekali, bahkan saya perhatikan pernah sampai 2 jam. Yang ia kerjakan hanya mendorong-dorong kereta api keliling ruangan, sambil mulutnya sesekali meniru suara kereta api atau suara neng nong neng nong yang biasa ia dengar dari stasiun. 

Ya begitu lah… kisah kami dan kereta api :p

Penting banget yaaaa 

Channel Telegram Favorit

Leave a comment

Puluhan tahun lalu, telegram adalah salah satu layanan kantor pos untuk menyampaikan pesan pendek jarak jauh secara cepat. Seiring berjalannya waktu telegram pun ditinggalkan karena orang-orang mulai berpindah ke pager, lalu ke HP hingga masa kini.

Telegram pada masa internet ini lebih dikenal sebagai salah satu aplikasi chatting, seperti whatsapp. Walaupun tidak sepopuler dan digunakan seluas whatsapp, telegram tetap menjadi salah satu aplikasi favorit saya, terutama karena ia menyediakan fitur ‘channel’ yang tidak saya temukan di aplikasi chat lain.

Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa itu ‘channel telegram’, udah banyak blog lain yang bahas, terlebih karena saya tidak punya kemampuan untuk menjelaskannya, hehe.

Disini saya akan berbagi beberapa channel telegram yang saya ikuti dan menjadi favorit saya… terutama channel-channel tentang kajian ilmu islam.


1. Yufid TV – @yufidtv – 
https://telegram.me/yufidtv

Konten:

– video pendek tausiyah dan ceramah para ustadz dengan berbagai tema

– video tata cara ibadah, misal yang pernah saya tonton tentang tata cara shalat nabi, tata cara mandi besar, dll.

– ceramah/ tausiyah yang dibuat motion graphic sehingga lebih menarik

– video slideshow artikel-artikel dari berbagai websites Islam

– Serial Bincang Ringan Angkringan (salah satu favorit saya -dan Akhtar. Pemerannya 2 orang laki-laki yang ngobrol ringan seputar agama di angkringan, dengan bahasa Jawa… berteks bahasa Indonesia juga tapinyaa.. hehe)

Daaan lain-lain… kece lah pokoknya.

2. Siroh Nabawiyyah – @sirohnabawiyyah – https://telegram.me/sirohnabawiyyah

Belajar siroh secara online bersama Ustadz Budi Ashari, ahli sejarah Islam.

Materi kajian berupa audio dibagikan di channel tiap Selasa pagi.

Channel ini membantu bangeeeut buat saya yang agak susah belajar siroh hanya dengan membaca buku, terlebih bahasannya mendalam. Kita diajak untuk tidak sekedar tahu peristiwa, namun juga mampu menggali hikmah/ pelajaran darinya.

3. Tarbiyatul Aulad – @TarbiyatulAulad – https://telegram.me/TarbiyatulAulad

Konten:

– audio ceramah ustadz-ustadz yang berkaitan dengan parenting islami

– artikel-artikel tarbiyatul aulad

– silsilah nasihat dan bimbingan tarbiyatul aulad dalam bentuk eposter

– dll

4. Jadwal Kajian – @jadwalkajianID – https://telegram.me/jadwalkajianID

Info terkini kajian Islam di berbagai kota di Indonesia, bahkan beberapa negara luar juga.

Tapi… berhubung mobilitas terbatas, jadiiii.. diriku sekedar cuktau (alias cukup tau) aja ada kajian disini dan disono… :|

5. Tadabur Quran – @pptqattaqwa – https://telegram.me/pptqattaqwa

Sebenarnya ini channel resmi salah satu pesantren Alquran. 

Channel ini secara rutin membagikan tafsir ayat-ayat Alquran untuk kita renungkan.

InsyaAllah sumbernya shahih, diantaranya mengambil dari Tafsir Ibnu Katsir.

6. Bincang Parenting Fauzil Adhim – @MohammadFauzilAdhim – https://telegram.me/MohammadFauzilAdhim

Channel yang dikelola langsung oleh Ust. Fauzil Adhim. Berisi tulisan-tulisan beliau yang biasa di share di media sosial lain juga (FB).

Tapi, dengan channel telegram ini kita ga perlu khawatir tertinggal postingan beliau, yang terlama sekalipun.

7. Tausiyah Bimbingan Islam – @tausiyahbimbingan – https://telegram.me/tausiyahbimbingan

Pernah tahu atau malah udah join grup BiAS alias Bimbingan Islam di whatsapp? Yaitu kajian online yang sarat ilmu bangeeet.. setiap hari ada share audio kajian -plus teksnya sekalian- dari para ustadz. Betapa Allah mudahkan kita ya untuk menuntut ilmu dengan kemajuan teknologi saat ini, tinggal kitanya mau belajar atau tidak.

Nah, BiAS punya channel telegramnya juga, tapiii.. disini tidak ada sharing materi dari grup whatsapp. Biasanya ‘hanya’ berupa tausiyah singkat yang seringkali makjleb! Jleb! Jleb!

Dulu sih rutin banget ada postingan terbaru di channel BiAS, tapi belakangan jadi agak jarang.

***

Masih ada beberapa channel favorit sebenarnya, tapi dicukupkan sampai sini aja untuk malam ini.. (ngantuk euy, mana besok pagi mau jalan ke Ciledug lagi – eh kok curhat). Sisanya sih ada beberapa channel resmi website, lembaga, ataupun organisasi. Coba cari di blog sebelah hihi… (lho!?). Ciyus.. banyak keles yang ngelist referensi channel telegram mah.

Oh ya… buat yang belum tahu cara pakainya… pertama, tentu aja kudu install aplikasi telegram-nya.. channel telegram bisa dicari di kolom pencarian dengan mengetik ‘@’ terlebih dahulu… tuh nama-nama channel yang pake @ udah saya cantumin kan di atas.  

Trus nih ya.. yang pentiiiing banget kalau mau ngaji online… jangan salah pilih sumber belajar, pastikan ajarannya lurus sesuai Alquran dan Sunnah ya. Kalau ada artikel, diperiksa lagi referensinya dari mana. Kalau ada ustadz yang ga kita kenal, cari tau rekam jejaknya gimana. Kalau ada kesempatan untuk belajar offline, ya jabanin deh. 

Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayah untuk terus memperbaiki diri, memudahkan kita untuk terus menuntut ilmu. 

Untuk diingat.. note to my self sebenernya ini mah… ilmu yang bermanfaat itu ilmu yang membuat kita semakin mengenal Allah, semakin dekat kepada Allah, semakin takut kepada Allah… ilmu apapun itu, termasuk ilmu-ilmu (yang terlihat) duniawi.

Kalau sekiranya ilmu itu justru berlaku sebaliknya… 

… jangan-jangan kita hanya menyia-nyiakan waktu :o

Si Romantis

Leave a comment

Suatu ketika:

Mim maaf ya… Akhtar suka marah-marah sama Mim
Meleleh

Atau:

Mim jangan sedih, Awoh kan ga suka liat Mim sedih
Dududu…

Kejadian kemarin siang:

Akhtar berdiri di mulut pintu kamar, saya baru saja selesai shalat…

Mim… Akhtar sayang sama Mim“, jalan mendekat lalu memeluk.
Huuug

Mim juga sayang sama Akhtar“, balas memeluk.

Mim maaf ya…

Iya Mim juga minta maaf suka marah sama Akhtar

Maaf ya Akhtar sering ompol di celana

Iya… Akhtar ga boleh kayak gitu lagi ya

Lalu, Akhtar pun keluar kamar melanjutkan kegiatan bermainnya.

Tidak sampai 5 menit…

Ayooo… sepeda-sepedaan… cepetaann… Mim ayo Mim cepaaaatt“, Akhtar merengek sambil menarik saya ke arah pintu keluar… daaan susahnya dibujuk untuk menunda keinginannya…

Bubar deh roromantisan… -_-‘

Nguber Uber

Leave a comment

Hari ini untuk ketiga kalinya menggunakan jasa Uber sejak berada di Tangerang dalam dua minggu ini. Dan hanya satu masalahnya… kontrakan kami agak sulit ditemukan oleh si sopir Uber walaupun sudah menggunakan GPS… heuh…

Bahkan hari ini kami membatalkan 2 request ke Uber karena si mobil tak juga sampai ke tempat kami, salah satu mobil malah nyasar sampai ke arah Bintaro.. Lho? Lho? Jauh amat…

Ketika cek aplikasi di ponsel saya pun, si posisi mobil di GPS itu kayaknya ga realtime… misal terlihat di Jalan A, tapi begitu menelepon si sopir, ternyata posisi mobil sebenarnya di Jalan Z, kan jauh yak?

Menggelikan karena waktu yang dihabiskan untuk menunggu jemputan lebih luamaa dibandingkan waktu tempuh kami ke tempat tujuan. Nunggu mobilnya setengah jam, padahal perjalanan kurang lebih hanya sepuluh menit, dengan ongkos kurang dari 20 ribu. Ya elah…

*curhatpentinggapenting*

Kucing Kucing di Dinding (1)

3 Comments

Adalah seekor kucing betina di kostan saya yang kami namai PBC (baca: pibisi), panggilan sayangnya PB (baca: pibi). Orang-orang yang tidak tahu asal-usul nama itu pasti mengira ‘pibi’ itu ditulis ‘phoebe’. Tentu saja tidak. Itu nama yang terlalu bagus untuk seekor kucing kampung kurus, kadang-kadang kotor, tapi cantik.

Awalnya PB tak lebih dari seekor kucing dari golongan garong, yang mengendap-endap masuk dapur melalui celah tembok (yang memisahkan dapur kost dengan atap genteng garasi) di lantai 2 rumah kost. Malam, ketika para penghuni kost terlelap, seringkali saya mendengar suara plastik keresek yang terkoyak, atau tempat sampah yang terguling. Dan pagi harinya, dapat saya temukan sisa-sisa makanan yang tercecer dan sampah-sampah yang berhamburan dari tempatnya.

Kalian yang kenal dengan kucing pasti tahu, kucing yang selama hidupnya tidak pernah berinteraksi dengan manusia, akan menjadi sangat sulit untuk disentuh. PB adalah kucing semacam itu. Sama sekali tidak bisa didekati. Ketika suatu malam saya memergokinya sedang mengais-ngais sampah, badannya langsung tegang, matanya menatap saya tajam, dia dalam posisi siaga untuk melarikan diri. Ketika saya semakin mendekatinya, dengan gerakan sangat cepat dia berlari dan keluar melalui celah tembok dari mana dia masuk. More

Older Entries