Lagi buka-buka catatan lama di HP dan menemukan beberapa draft yang ga pernah terposting di blog. Salah satunya tulisan di bawah ini, yang menurut info diketik pada 24 Desember 2016 silam. 

Setelah dibaca-baca lagi, ceritanya emang ga penting, tapi jadi mengingatkan lagi kebiasaan Ahnaf sebelum tidur setahunan yang lalu, yang mana masih bertahan hingga sekarang.

***

Kurang lebih seminggu ini, saya dan Papnya anak-anak dibuat ‘jengkel’ dengan ‘ritual’ Ahnaf sebelum tidur. 

Tidak mau disusui, kadang tak mempan diusap punggungnya, lalu berteriak-teriak dengan nada tinggi… “Aaa… aaak… aaak…”, sambil berguling kesana kemari, sementara matanya setengah terpejam. Memang aslinya mengantuk… tapi sulit tidur.
“Adeee… kenapa sih Dee..” ujar saya, pakai logat Akhtar.

“Aaak… aaak…” jawabnya. Teriakan satu ke yang lain berjeda 1-2 detik. 

Gemez gemez lucu sebenarnya… jika dan hanya jika saya dalam kondisi segar bugar tidak mengantuk. Seringnya malah jadi ‘jengkel’ karena teriakan kecilnya itu bikin saya yang sudah mengantuk jadi jangar. 

Lalu… apa sebab?

Dalam kondisi mengantuk, seringnya saya tidak langsung menemukan solusi untuk meredakan jeritan kecilnya itu. Yang refleks saya lakukan adalah mengusap punggungnya -biasanya Ade suka diusap punggung sampai tertidur-.

Kalau masih teriak-teriak juga saya usap punggung di bawah bajunya. Disitu saya dapati punggung Ade berkeringat, “Oh… mungkin Ade kepanasan”. Maka saya ubah posisi kipas angin lebih mengarah ke Ade.

Kalau masih teriak-teriak juga saya bacakan surat dan ayat pendek pengantar tidur, lalu ditutup doa sebelum tidur. Eh… masyaAllah… beberapa kali pakai cara ini mempan lho… saya pun berbaik sangka. Jadi, sebenarnya Ade berteriak-teriak itu sebagai cara mengingatkan Mim agar lebih memerhatikan adab-adabnya sebelum tidur… “Makasih ya Deek… ” masih pake logat Akhtar.

Eh… tak lama Ade teriak-teriak lagi. Nah kalau kali ini, tak lain tak bukan pasti minta mimik… dan betul saja, mimik sekejap Ade langsung tertidur.

***

Masih di Ciledug, 24 Desember 2016

Advertisements