IMG-20171027-WA0011

Sabtu, 28 Oktober 2017, bertepatan dengan 8 Shafar 1439 H, Akhtar ikut workshop menggambar yang diadakan oleh @sworks.idn. Acaranya diadakan di Cafe Photo Coffee Kota Baru Parahyangan. Cocok! Deket banget, sayang untuk dilewatkan. Akhirnya sesekali bisa ngerasain juga, berangkat nganter Akhtar berkegiatan hanya setengah jam sebelum acara.. biasanya kalau acara di Bandung, saya bahkan menyiapkan diri dan mengondisikan Akhtar sehari sebelumnya.

Sebenarnya, pemberitahuan acara ini sudah ada di grup Sabumi jauh sebelum hari-H, yang menerima pendaftaran adalah Teh Uwie, yang mana ia adalah teman dari si pemilik acara. Namun saya baru mendaftarkan Akhtar pada H-2 itu pun setelah ada reminder dari Teh Uwie. Saya menunda-nunda mendaftarkan Akhtar mengingat usianya masih 4 tahun, sementara acara itu sebenarnya ditujukan untuk anak minimal 5 tahun.

*

Setibanya di lokasi, Om Pengajar Gambar sudah mulai membuat gambar pertamanya di papan tulis kecil di depan anak-anak peserta workshop yang berjumlah kurang lebih 15 orang. Tugas pertama anak-anak adalah menggambar benda yang disiapkan si Om di depan. Ada cangkir, wadah makanan, wadah saus.

Pada awalnya, Akhtar tampak bingung dengan instruksi si Om, lalu saya jelaskan lebih terang, kemudian dengan sigap Akhtar pun mulai menggambar menirukan apa yang sudah tergambar di papan tulis, sampai proses mewarnai.

Jpeg

Tugas berikutnya, anak-anak diberi kertas yang lebih besar lalu diberi instruksi untuk menggambar benda-benda sekitar yang dilihat. Lagi-lagi Akhtar tampak bingung, hihi. Lalu saya memberi beberapa petunjuk, “Ayo Akhtar gambar yang Akhtar lihat, atau Akhtar lihat ke jalan tuh.. disana lihat apa saja? Nanti Akhtar gambar ya…”.

Yeaah, asal dikasih clue ‘menggambar apa yang dilihat di jalan’ Akhtar langsung saja lancar menggambar yang biasa dia gambar, apa lagi kalo bukan tentang kemacetan di jalan raya. Hanya saja di luar ekspektasi, Akhtar pun menambahkan beberapa gambar lain selain mobil macet, seperti gambar masjid di pinggir jalan, gambar burung, matahari, awan, dan lampu lalu lintas.

Om Pengajar berkeliling mengecek gambar anak-anak, lalu berhenti agak lama di dekat Akhtar, “Wah keren nih gambarnya, sampai penuh gini”. Saya tersenyum dengan cara si Om memotivasi anak-anak untuk menyelesaikan gambarnya. Eh tapi, setelah berkeliling ke meja anak-anak lain, ia kembali lagi ke Akhtar dan memberi komentar yang sama.

Dalam hati saya berpikir, “Eh apa beneran terkesan sama gambar Akhtar? Padahal kan itu mah yang biasa digambar Akhtar tiap hari”.

Setelah beberapa lama, si Om meminta anak-anak menceritakan gambarnya ke depan satu per satu. Karena tidak ada yang menawarkan diri maju duluan, akhirnya si Om (lagi-lagi) manggil Akhtar. Akhtar ke depan dan berbicara pelaaan sekali, di luar kebiasaannya yang biasa teriak-teriak dimana pun.

Lalu, terakhir..

walaupun ini bukan lomba gambar, namun di tengah acara tadi si Om menjanjikan akan memberi hadiah kepada Juara 1-3. Kriteria juaranya seperti apa? Saya pun ga tau… yang pasti Akhtar dipanggil ke depan sebagai juara 1. Horeee… katanya sih karena Akhtar berani menggunakan banyak warna dalam gambarnya.

Jpeg

Alhamdulillah… sepasang sepatu pun dibawa pulang sebagai hadiahnya :)

Oh ya, dengan ikut acara ini, saya jadi mempertimbangkan les gambar untuk Akhtar. Tujuan utamanya sih, agar Akhtar bisa menggunakan media gambar untuk membantu proses belajarnya setiap hari. Lagipula, tiada hari tanpa menggambar bagi Akhtar, hanya kadang gambarnya terlalu itu-itu aja, jadi berharap gambarnya bisa berkembang dengan ikut les gambar. Soal kapan dan dimana, itu yang belum terpikirkan… berharap ada kelas menggambar di dekat sini sih.. heuheu. Balada warga kota Bandung coret.

Adapun kalau ada ekses lain dari mendalami gambar, misalnya menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk orang banyak, maka itu adalah bonusnya.

 

Advertisements