Ahnaf menjelang 19 bulan sekarang. Beberapa perkembangannya antara lain:

1. Memahami beberapa perintah sederhana, seperti: tutup pintunya, masukkan baju kotor ke keranjang, makannya sambil duduk, simpan gelasnya di meja, loncat, beresin mainannya.

2. Membuka-buka buku berkertas tipis tanpa sobek. Sebenarnya hal ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Karena saya tidak menyediakan boardbook, maka Ahnaf pun terbiasa dengan buku-buku berkertas tipis. 

3. Sehubungan dengan buku juga, Ahnaf sudah punya buku favorit. Kadang mengambilnya sendiri dari boks buku, kadang meminta bantuan. Buku favorit Ahnaf ya yang sering dibaca Akhtar juga, diantaranya komik muslim cilik Sayangi Bumi. Dia akan menunjuk-nunjuk halaman buku dan (terdengar) berkata “Bca bca…” meminta kita membacanya. Salah satu halaman favoritnya adalah yang ada gambar kucingnya.

4. Memegang pensil/ pulpen dengan (lumayan) benar. Keterampilan ini tidak pernah saya ajarkan khusus. Saya tidak secara sengaja memberi Ahnaf pensil. Namun karena sering melihat Akhtar menggambar/ menulis jadi ia sendiri yang berinisiatif meminta, dan saya perhatikan cara memegangnya sudah benar. Lagi-lagi… saya kira karena ia meniru Akhtar.

5. Mengangguk-angguk tanda setuju. “Ahnaf mau makan?” Angguk-angguk. “Ahnaf mau nenen?” Angguk-angguk. “Ahnaf mau mimi?” Angguk-angguk. “Ahnaf ngantuk, iya?” Angguk-angguk. Kadang saya merasa ia asal mengangguk-angguk saja setiap mendengar kalimat pertanyaan yang serupa, baik paham maupun tidak. Haha.

6. Melanjutkan kata-kata… dengan suku kata “Bah..” hehe. Misal, saya bacakan doa sesuatu, lalu menyisakan suku kata terakhir untuk Ahnaf lanjutkan, maka apapun doanya akan diteruskan “Bah..” oleh Ahnaf. Kenapa? Karena baru itu salah satu kata yang bisa diucapkannya dengan fasih, selain papah (sapaan untuk Papnya), bah bah (sapaan untuk Abahnya), mam mam (maksudnya ngASI), dan beberapa bahasa bayi lainnya.

Di usianya yang hampir 19 bulan, memang Ahnaf tidak memiliki kosakata sebanyak anak-anak lain seusianya. Bahkan, di lebaran kemarin saya bertemu anak perempuan seusianya yang begitu ‘fasih’ menirukan apapun yang diucapkan oleh orang dewasa, dan dia sudah bisa mengucapkan nama suatu benda atau aktivitas, serta menirukan suara hewan. Sementara Ahnaf baru bisa menunjukkan keinginannya dengan bahasa tubuh dan bahasa bayinya, misal dengan menarik tangan kita ke arah yang ia maksud. 

Tapi… ya ga apa-apa, pelan-pelan aja ya Dek… sejauh ini sih tidak menjadi kendala dalam komunikasi kami. Toh Akhtar pun kemampuan berbicaranya baru berkembang pesat setelah usia 2 tahun.

7. Dari sisi sosialnya, Ahnaf sekarang sudah mulai terbuka dengan lingkungannya. Misal, sebelumnya Ahnaf selalu enggan didekati salah satu paman saya, reaksinya akan menangis, menjauh, atau memeluk kita dengan ekspresi takut. Sekarang, bahkan tanpa ditemani pun sesekali Ahnaf berkunjung ke rumah si paman tersebut, mengetuk-ngetuk pintu sendiri dan kadang betah berlama-lama disana sambil ngemil atau menonton tv.

8. Dari sisi emosinya, sekarang sudah mulai bisa memaksakan kehendaknya, dan (sedikit) tantrum jika keinginannya tidak atau terlambat dipenuhi. Saya kira bayi anteng kayak Ahnaf gak akan se’tantrum’ itu kalau nangis, ternyata sama aja.. haha. Juga sudah bisa berebut mainan dengan kakaknya. Sebelumnya ia cenderung mengalah/ tidak berbuat apa-apa kalau mainannya direbut paksa, sekarang mulai timbul egonya… kadang melawan dengan cara memukul dan menarik-narik rambut Akhtar. Bahkan belakangan menunjukkan kecemburuannya juga jika saya agak mengabaikannya, suka terlihat kesal jika Akhtar duduk terlalu dekat dengan saya, atau melihat saya mendahulukan Akhtar.

9. Dari sisi kemandiriannya, Ahnaf sedikit demi sedikit mulai diajari pipis di WC. Kadang berhasil, tapi lebih banyak juga gagal karena popok terlanjur basah pas dibuka di kamar mandi. Hal ini dilakukan demi tidak mengulang proses TT seperti Akhtar yang molooor hingga ia menjelang usia 3 tahun.

Selain itu, beberapa hal sudah bisa dikerjakannya sendiri seperti memakai sendal (sudah berjalan beberapa bulan), memasukkan baju kotor ke keranjang, mengambil dan menyimpan gelas minum sendiri, kadang mengambil air sendiri dari dispenser. 

Ya… keberhasilan-keberhasilan ‘kecil’ yang tidak bisa diabaikan, dan tidak bisa dibandingkan antara 1 anak dengan anak yang lain. 

Semoga Ahnaf senantiasa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Kelak menjadi seorang muslim yang kuat dan bermanfaat bagi banyaaak orang. Aamiin.

Luv luv… 

Advertisements