Tidak banyak yang saya ingat dari proses MPASI awal Akhtar. Walaupun untuk persiapannya saya banyak membaca berbagai referensi soal menyiapkan MPASI, pada praktiknya, saya adalah ibu yang malas berempong-rempong ria memasak makanan bayi untuk Akhtar, dan tidak cukup sabar mencoba berbagai usaha agar anak selalu mau mangap. Kesalahan yang tidak ingin saya ulangi kepada Ahnaf yang tidak lama lagi genap berusia 6 bulan.

Karena pemberian MPASI yang ‘berantakan’ plus proses pengobatan suatu hal yang cukup lama saat itu, Akhtar memang cenderung kecil dan kurus untuk bayi seusianya, salah satu yang membuat saya stress! Apalagi kalau sampai mendengar omongan orang dan melihat bayi lain yang gemuk-gemuk.

Suatu pagi saya pernah menangis sepulang dari tukang sayur. Saya berpapasan dengan ibu tetangga yang sedang mendorong stroller cucunya. Tampak bayi yang gemuk dan terlihat sehat, kalau ga salah berumur 8 bulan waktu itu. Saya tanya berat badannya,
yang ternyata jauh melampaui Akhtar yang waktu itu hampir 1 tahun. Si ibu bercerita sedikit tentang menu makan cucunya. Saya mendengarkan dengan seksama, dengan perasaan hancur dan merasa gagal sebagai ibu. Saya sadar betul tidak setelaten ibu si bayi dalam menyiapkan MPASI.

Tapi, dalam situasi seperti itu -yang seringkali berulang- saya sering menghibur diri dengan melihat keaktifan dan keceriaan Akhtar yang jauh dari tanda-tanda kurang gizi yang saya khawatirkan.

Padahal ‘teori’nya sudah khatam… setiap anak itu unik, maka jangan membandingkan kebisaan satu anak dengan anak lainnya, pun dalam hal-hal lain termasuk berat badan. Tapi yaaa… teuteup kan yaa… yang namanya emak rempong gemesss gitu kalo anak lain bisa kok anak sendiri ga bisa haha..
Tapi Alhamdulillah… sekarang udah insyaf dari hal-hal (membanding-bandingkan) yang demikian  :D

Menerima anak apa adanya itu lebih adil sebagaimana anak-anak pun dengan tulus menerima kehadiran kita apa adanya, walaupun kita jelek (kalau lagi marah), ga sabaran, cerewet, dan tangannya suka iseng nyubit. #eh

Menyiapkan Amunisi

Ilmu adalah salah satu amunisi utama yang harus disiapkan. Mencari tahu tek ngek blah bleh tentang MPASI dari sumber yang ‘shahih’ itu kudu banget.

Salah satu andalan saya dalam ber-MPASI, selain berbagai artikel dan diskusi di internet adalah buku ini:

image

Buku setebal 408 halaman ini membahas dengan singkat, padat, namun jelas segala hal yang biasanya menjadi FAQ para ibu gaslaw yang sedang mendampingi anaknya ber-MPASI.

image

Buku ini dibeli 3 tahun+ yang lalu waktu masih mengandung Akhtar, dan merupakan satu-satunya buku tentang MPASI yang saya punya. Karena merasa cukup dengan buku ini, jadi saya ga pernah cari tahu tentang MPASI dari buku lain lagi. Jadiii saya bilang buku ini BAGUS tanpa membandingkan dengan buku apapun hehe. Namun sejauh ini memang membantu, karena:

– Banyak contoh susunan menu dan resep yang bisa ditiru
– Dalam satu halaman tidak terlalu banyak tulisan, sehingga lebih nyaman dibaca emak-emak paling sibuk sekalipun
– Materinya komplit… dari mulai Panduan Gizi Seimbang, tabel BB PB LK ideal bayi di setiap jenjang usia, daftar belanja mingguan, high chair, GTM, sampai BLW dan kontaminasi silang.

Jadi ngiklan sih gue ini…

Amunisi keduaaa… slow cooker!

image

Excited banget! Konon benda ini jadi andalan emak-emak yang ber-MPASI. Sudah kabita beli sejak MPASI Akhtar tapi urung karena harganya lumayan mahal dan saya pikir saya bisa menyiapkan MPASI Akhtar dengan mulus tanpa bantuan SC -nyatanya tidak-.

Slow cooker ini beli second melalui O*X dari tangan pertama yang rumah tinggalnya ga jauh dari sini, dan langsung diantar ke rumah sama si pemilik pertama. Harganya cocok lah… dan barang masih bagus banget karena baru 2 kali pakai.

Terimakasih OLX!
Iklan lagi gue…

Yang lain-lainnya ada blender untuk membuat puree, peralatan makan kado lahiran, kursi makan lungsuran Akhtar, sterilizer (kalo dirasa butuh) kado lahiran Akhtar, dan… stok sabar yang (seharusnya) ga ada habisnya.

Satu lagi.. pentiiiing nih, penting banget!
Berdoa sama Allah… Laa hawla walaa quwwata illaa billaah…
Tetep yaa… Allah tempat meminta pertolongan dalam hal apapun… Semoga Allah mampukan saya mendampingi Ahnaf ber-MPASI :)