image

Ada satu kucing tetangga yang sok kenal sok dekat banget sejak kami tiba di rumah kontrakan ini. Kucingnya lucuuu, bener deh, corak bulunya unik, walaupun sebenarnya si kucing ini hanya kucing kampung.

Sukanya masuk-masuk pagar rumah, lalu masuk rumah tanpa permisi. Ya eyalah. Seperti kejadian tadi pagi, si kucing sudah mulai caper sejak pintu rumah dibuka, seperti tau apa yang dituju, si kucing berjalan mengarah ke dapur… tapi berhasil dihalau keluar rumah.

Beberapa lama kemudian, saya kaget sekaligus bingung, karena si kucing tetiba melintas di depan mata saya dari arah dapur menuju pintu keluar dengan langkah percaya diri dan wajah tanpa dosa. Saya langsung ke dapur lalu menemukan beberapa sampah sudah keluar dari tempatnya.

Setelah berhasil mengusirnya keluar, kucing itu masih berusaha masuk melalui jendela yang terbuka, saya menepuk-nepuk badan dan kepalanya, “Keluaarr… ayo ayo keluaarr!”
Lalu… alarm mungil saya berbunyi, “Mim… ga boleh pukul-pukul ya…” saya melirik ke arah suara, dan melihat Akhtar berdiri dengan ekspresi kaget dan alis mengerut.
“Oh iya… maaf… meng maaf ya udah pukul-pukul. Ayo cepat keluar!”
“Mim… ngomongnya yang betul”
“Oh iya… meng sayang ayo keluar yuk…”, kata saya sambil mendorong lembut si kucing keluar pintu. Mamaaakk!

Rupanya si kucing pantang menyerah, dia tetap masuk keluar berkali-kali dari jendela lalu ke pintu… sampai saya tersenyum kecil mendengar dialog Akhtar dengan kucing, “Meng ga boleh masuk ya sayang, keluar ya meng” katanya sambil mendekatkan wajah ke arah kucing.

Oalaah…

Makasih Akhtar sudah mengingatkan Mim untuk bersikap lembut pada binatang :)