A : Mim, ayo kita lihat gajah yuk…
M : Hayuk…

Lalu Akhtar berlari ke kamar, saya mengikutinya (pura-pura) excited dengan apa yang akan ditunjukkannya…

A : Mim, ayo kita angkat bantalnya… bismillaahirrahmaanirrahiim…

lalu Akhtar mengangkat bantal dan melemparkannya ke sembarang arah

A : Ituuu gajahnya adaaaaa…

Akhtar berteriak excited karena ‘menemukan gajah di bawah bantal’

A : Gajahnya bobo… gajah bangun gajaaah…

sambil tangannya menepuk-nepuk kasur

Di lain kesempatan,

A : Mim, ayo kita lihat ikan yuk Mim..
M : Ayo…

Lalu kami duduk bersebelahan di salah satu anak tangga…

A : Mim ikannya kasih makan Mim…

sambil membuat gerakan tangan seolah-olah sedang melemparkan makanan ke kolam. Saya pun ikut memberi makan ‘ikan-ikan’.

Ada lagi,

A : Mim, ayo kita lihat kambing Mim…
M : Ayo…

Lalu Akhtar menarik tangan saya, menuju pojok ruangan dekat mesin cuci…

A : Ini Mim kambingnya

Akhtar menunjuk sudut di pojok ruangan

A : Ayo kasih makan kambingnya yuk…

Lalu kami pun berjongkok, memeragakan kegiatan seolah-olah sedang memberi makan kambing…

Hihi… seruu… dan saya menyebutnya permainan Imaginer Zoo… kebun binatang dengan binatang-binatang khayalan Akhtar yang kandangnya tersebar di berbagai sudut ruangan, tak mustahil binatang sebesar gajah atau sapi pun bisa bersembunyi di balik bantal… dan hanya di dunia khayal Akhtar, kami bisa menyuapi semut makan rumput.

Dan, bermain pura-pura seperti ini banyaaak sekali manfaatnya untuk anak. Silakan cari artikel yang bisa lebih lengkap menjelaskannya. Kalau yang saya lihat dari Akhtar, bermain pura-pura ini meningkatkan kemampuan bahasa dan kreativitasnya, serta kemampuannya memecahkan masalah. Hampir selalu ada hal baru yang dipelajari setiap mengulangi permainan yang sama… misal perbendaharaan nama-nama hewannya bertambah, atau dialognya yang semakin dalam.

Sedangkan bagi saya, bermain seperti ini menjadi hiburan tersendiri yang bisa melepaskan penat…