image

Akhtar belum pernah seantusias ini ‘membaca’ buku sampai akhirnya memiliki Asna…

Asna adalah sepaket buku yang interaktif tentang Asmaul Husna, terdiri dari 5 buku, masing-masing menceritakan 20 nama Allah…

image

Ceritanya… pertengahan Desember tahun lalu salah seorang tukang buku Sabumi (sebut saja namanya Dinda) menawarkan buku ini, melalui japri, dengan diskon yang sangat menarik. Saya… mupeng tentu saja, apalagi promosi si buku ini beberapa kali berseliweran di timeline FB dari beberapa pelapak buku.

Tapi, rencana pengeluaran untuk bulan Desember sudah terlalu banyak, terutama biaya menyangkut kelahiran adik yang diperkirakan lahir akhir Desember itu. Ya sudah, dengan patah hati saya lewatkan kesempatan diskon menarik yang hanya berlaku sampai 31 Desember 2015 itu.

Rezeki! Sekelompok orang dari ‘Dapur Ketje’ menawari buku itu sebagai kado kelahiran adik Ahnaf 2 pekan kemudian… masa mau ditolak?

Akhirnya sampai lah buku itu 3 hari yang lalu, yang langsung disambut antusias oleh Akhtar.

Dibukanya halaman buku itu satu per satu… sesekali saya mengingatkan, “Buka bukunya yang bagus yaa… biar bukunya tahan lama”. Sesekali juga saya membantu Akhtar membuka halaman-halaman bukunya agar tidak ada bagian yg terlipat dan meninggalkan bekas kusut pada kertas buku.

** kalau soal buku mah saya apik, jangan tanya soal yang lainnya hwehehe **

Ada beberapa cerita bergambar yang ia minta saya bacakan. Ada beberapa halaman favorit yang selalu ia cari, lalu ia ‘ceritakan’ kembali kisahnya. Dan yang menyenangkan, ada tokoh perempuan yang penampakannya, katanya, mirip Mim. Jadi, kalau ditanya “Ini siapa?” Akhtar akan menjawab, “Ini Mim” :D

image

"Ini Mim!"

Akhtar sebelumnya pun sudah saya belikan beberapa buku, dengan gambar-gambar yang menarik, namun dia cepat sekali bosan. Ada perasaan ‘kalah’ ketika mengamati Akhtar lebih tertarik pada gadget, tv, atau video daripada buku… Yaa mungkin karena saya juga yang kurang rajin membacakan buku untuk Akhtar.

Buku-buku itu memang saya beli atas inisiatif sendiri, tanpa campur tangan Akhtar karena waktu itu Akhtar belum mampu memilih… kalau di usianya sekarang sepertinya Akhtar sudah bisa dilibatkan untuk memilih buku, tentu saja tetap dengan pendampingan untuk mengarahkannya pada buku-buku tertentu saja :)

Selamat membaca Nak, selamat membuka jendela dunia…