image

Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga “playdate perdana” Sabumi, komunitas keluarga homeschooling khusus muslim di Bandung.

Mengapa saya merasa perlu menambahkan tanda kutip? Karena sebelum playdate tadi siang sudah beberapa kali Sabumi mengadakan kegiatan, baik sebelum menjadi Sabumi, maupun setelah resmi bernama Sabumi. Tapi, kegiatan yang acaranya dikhususkan untuk anak-anak sepertinya baru kali ini. Sementara kegiatan-kegiatan sebelumnya biasanya lebih banyak efektif untuk orangtuanya, tidak ada agenda khusus untuk anak-anak.

Sabumi sendiri terbentuk ketika beberapa ibu merasa butuh komunitas yang mensupport keluarga pesekolahrumah khusus muslim di Kota Bandung, yang saat itu sepertinya belum terlihat. Sementara ada komunitas lain, yang secara nilai kurang cocok dengan nilai yang ingin kami tanamkan sebagai keluarga muslim. Maka, terbentuklah, komunitas HS Muslim Bandung, saat itu. Nama Sabumi sendiri baru muncul belakangan. Itu pun awalnya bernama Sakola Bumi sebenarnya, maksudnya ‘menyundakan’ istilah sekolah rumah, namun akhirnya dipakai nama Sabumi karena Sakola Bumi sendiri sudah digunakan oleh salah satu keluarga HS sebagai ‘trademark’ mereka.

Pada kenyataannya sih komunitas ini tidak sekedar untuk keluarga pegiat HS, tak sedikit yang anak-anaknya bersekolah formal, namun ingin menambah wawasan mengenai pendidikan anak dengan bergabung dengan Sabumi. Bahkan, kalo saya amati, justru komunitas ini kebanyakan berisi keluarga dengan anak-anak yang bahkan belum berusia sekolah, jadi tidak bisa dibilang HS-ers juga.

Namun kini Sabumi melebur dengan HSMN (HS Muslim Nusantara). Komunitas HS muslim yang cakupannya lebih luas, yang berkembang pesat belakangan ini. HSMN sendiri basis komunitasnya di grup whatsapp, jadi akhirnya grup inti Sabumi di whatsapp pun membuka diri untuk orangtua lain yang mau bergabung. Saat ini sudah terbentuk 2 grup dengan kuota masing-masing 90an. Kalau soal HSMN hubungannya dengan Sabumi, ada yang lebih bisa menjelaskan sepertinya.

***

image

Playdate kali ini mendapat respon yang luar biasa dari ibu-ibu di grup. Walaupun dari pengumuman acara s.d hari-H terbilang mepet, kurang dari 1 minggu, mungkin cuma 4 hari ya, tapi ibu-ibu antusias sekali untuk ikut. Total pendaftar dalam list, dari 2 grup Sabumi, mencapai 45 orang. Yang hadir berdasarkan daftar hadir ada 32 orang ibu, dengan kurang lebih 42 orang anak, belum dihitung beberapa ayah yang datang dan ibu yang belum isi daftar hadir. Wow kan?

Nah, di playdate tadi siang kami punya kegiatan membuat cat dengan bahan yang bersahabat, edible, alias bisa dimakan. Walaupun tidak dimasak, sepertinya sih memang aman dimakan, buktinya tadi siang ada ananda yang masih merangkak memasukkan kuas belepotan cat ke mulut, dan baik-baik aja hehe.

Adapun yang menyiapkan materinya kali ini Teh Devi, yang sudah mencoba membuat cat tersebut di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain:

4 sdm soda kue
2 sdm cuka
1/2 sdt larutan gula
2 sdm tepung maizena
Pewarna makanan

Cara membuatnya adalah:
1. Campur soda kue dan cuka di dalam baskom kecil, aduk rata
2. Setelah tercampur, masukkan larutan gula dan maizena, aduk rata
3. Bagi adonan cat ke tempat-tempat kecil, lalu beri pewarna sesuka hati

Takaran bahan-bahannya bisa disesuaikan dengan tingkat kekentalan cat yang diinginkan.

Dan… jadilah cat buatan kami.

image

Anak-anak dibiarkan melukis bersama di atas kertas roti yang dibentangkan sepanjang terpal tempat kami duduk.

image

Selesai sesi mencat, kurang lebih 1 jam, kami menggelar potluck yang dibawa masing-masing untuk dimakan bersama. Tentu saja setelah membersihkan tangan dari cat kemudian membaca doa sebelum makan.

image

Setelah cacap cicip makanan sana sini, giliran Teh Rochma mengajari anak-anak lagu tentang Sentuhan di sesi berikutnya, sentuhan seperti apa ke bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh.

image

Lalu, sesi selanjutnya adalah mendongeng oleh Kak Idzma dan Kido, tentang sentuhan juga, dan cerita tentang KPK, dapat pin keren juga lho dari KPK.

image

Seru kan? Ini baru yang pertama lho, insyaAllah, playdate akan dilakukan secara rutin, dan tidak kalah seru dari playdate tadi siang. Yang pasti sih saya udah ga sabar :)

Foto: dokumentasi pribadi, foto WA dr Teh Liza, dan Teh Hilda Sabumi 1