#late post#  

Kenapa ‘tertunda’? Karena jika berjalan sesuai rencana, kami seharusnya pergi liburan pada long weekend tanggal 18-20 April lalu. Saat itu kami berencana berangkat liburan ke Solo dan Yogya, kalau sempat ke Magelang juga, dengan kereta api. Namun, karena tidak memesan tiket jauh-jauh hari, kehabisan tiket lah kami.

Bagaimanapun liburan tetap harus terlaksana (Maksa!!). Menimbang long weekend yang pasti padat dimana-mana maka kami memundurkan liburan ke minggu berikutnya, akhirnya berangkat lah kami pada tanggal 26-27 April 2014 ke Kota Wisata Batu, tepatnya ke Jawa Timur Park 2.

Kenapa Jatim Park 2?
Pertama, karena di Kota Batu, jadi dekat dari Pasuruan.
Kedua, karena Akhtar sudah menunjukkan ketertarikan pada hewan-hewan, khususnya kucing, semut, dan ayam, hehe, yaa karena ketiga hewan itu yang paling sering keliatan di sekitar rumah, maka sekalian saja kami ajak melihat-lihat lebih banyak hewan di Jatim Park 2, yang antara lain terdiri dari Batu Secret Zoo dan Museum Satwa.

Karena tujuan utama kami adalah Batu Secret Zoo (BSZ), maka kami memilih menginap di hotel di kawasan itu. Adalah Pohon Inn yang banyak direkomendasikan di internet. Pohon Inn ini masih satu grup dengan BSZ dan letaknya persis di sebelah pintu masuk BSZ. Kamarnya standar, nyaman dan bersih. Makanan lumayan.   Jangan kaget dengan harga kamar disana pada saat weekend, karena terdengar mahal untuk sebuah kamar standar. Kami menyewa kamar paling murah (tipe superior dengan view Kota) dengan harga Rp 1.099.000, dan sayangnya ngga ada yang single bed. Dengan harga itu kami mendapat 2 welcome drink, 2 dinner, 2 breakfast, 2 tiket masuk BSZ dan Museum Satwa (bisa untuk dua hari, Sabtu dan Minggu, selama gelang tanda masuknya ngga rusak). Pada hari biasa, harga kamar untuk tipe yang sama hanya separuhnya, karena tidak termasuk dinner dan tiket masuk BSZ.  

Setelah kami hitung-hitung, harga segitu masih sangat bisa diterima, mengingat tujuan utama kami adalah BSZ. Dan, ada layanan antar jemput gratis ke Batu Night Spectacular pada malam harinya, yang jaraknya hanya 5 menit berkendara mobil. Lagipula, kami berangkat dari Pasuruan dengan mobil sewaan, yang mana ongkosnya akan lebih mahal kalau si mobil ikutan nginep dibanding hanya antar dan jemput saja. Terlebih, karena Pohon Inn ini terletak di kawasan BSZ, jadi kalau lelah jalan-jalan bisa istirahat sejenak di kamar. Serasa punya kebun binatang di halaman rumah sendiri, hehe.  

Ya, rasanya saya tidak ingin bercerita panjang lebar. Karena berdasarkan hasil googling banyak sekali postingan blog tentang pengalaman wisata di BSZ. Lah terus?? Saya sedikit menambahkan saja tentang kesan kami disana.  

Yang jelas saya merekomendasikan BSZ untuk rekreasi keluarga, terutama jika ingin mengenal hewan sambil bermain. Banyak sekali koleksi hewan dari berbagai benua ditampilkan disini. Banyak yang unik dan ngga pasaran. Sebenarnya berharap nemu ayam disana, si hewan favorit Akhtar, tapi ternyata ngga ada, mungkin karena belum masuk kategori unik dan langka. Haha. Disana pun ada Museum Satwa yang bisa menambah pengetahuan kita tentang hewan-hewan, koleksinya lengkap, tempatnya pun baguuus.

BSZ ini bersahabat banget untuk pengguna stroller dan kursi roda. Menurut saya, stroller ini barang wajib bawa untuk yang punya baby. Sangat membantu dan lebih nyaman buat orangtua. Jadi mami papi bisa anteng jeprat jepret, atau berlama-lama mengamati hewan, sementara baby dicuekin nyaman di stroller.  

Tidak seperti kebanyakan kebun binatang lain di Indonesia yang memang sudah ada sejak zaman saya kecil, dari mulai pintu gerbang masuk, BSZ ini terlihat lebih modern. Lingkungannya bersih, kandang hewannya bersih, toiletnya bersih (penting juga nih), jangan bayangkan sampah yang biasanya berceceran di tempat wisata ramai pengunjung, disana bersih sih sih! Petunjuk rutenya jelas sehingga memungkinkan kita mengitari kebun binatang tanpa melewati satu kandang pun, banyak spot yang bagus untuk foto-foto (ini sih Pak Suami yang girang, ternyata hobi selfie), foodcourt-nya luas, selain melihat hewan juga banyak wahana lain, seperti waterboom dan beberapa permainan seperti di Dufan.  

Oh ya selalu sedia payung sebelum hujan (literally). Karena di hari pertama, pada akhirnya kami tertahan lama di salah satu cafe karena hujan lebat. Tapi untung masih ada area Aquarium yang terletak di ruangan tertutup dekat cafe tersebut. Sebenarnya tidak usah khawatir, walaupun hujan kita tetap bisa menikmati koleksi sebagian hewan-hewannya karena ada beberapa area kandang yang tertutup (indoor). Tapi tetap butuh payung untuk menyeberang dari satu area tertutup ke area tertutup lainnya. Payung ini juga berguna banget ketika matahari sedang terik-teriknya.

Akhir kata… -selesai-

Udah? Gitu aja?? ^_^’