image

Yeaayy… Akhtar tepat 9 bulan hari ini. Alhamdulillah, perkembangannya sangat baik sesuai umurnya. Berarti sudah 3 bulan Akhtar makan MPASI, sejauh ini berjalan lancar dan sesuai rencana, yaitu makan MPASI rumahan. Kalau ini sih tantangan buat emaknya, gimana biar ga males masak, karena kalau males dipastikan Akhtar cuma bisa kerokan, maksudnya makan pisang kerok, alpukat kerok, buah naga kerok, dan kerokan-kerokan lainnya :p

Jauh hari sebelum MPASI, saya membekali diri dengan beragam ilmu tentang MPASI. Saya bergabung dengan milis tentang MPASI sejak Akhtar masih tiga bulan dan membaca dokumen-dokumen yang tinggal download dari milis tersebut. Saya pun mengikuti setiap perbincangan di milis, pada awalnya. Lama-lama saya bosan tahu apa yang sering (banget) di-sharing tentang MPASI di milis itu. Diantaranya tentang MPASI pertama apa? Anak GTM bagaimana? Yang masalah GTM ini saya catat baik-baik di kepala, sekaligus menjadi sedikit kekhawatiran bagi saya.

Awalnya saya lumayan strict soal MPASI ini. Saya catat makanan apa saja yang boleh dan belum boleh untuk bayi sesuai umurnya. Menu dan jadwal makan MPASI Akhtar pun berdasarkan itu. Namanya juga anak baru mulai makan, jadi khawatir belum siap jika dikasih ini itu yang tidak sesuai umurnya.

Tapi setelah dua sampai tiga bulan menyiapkan MPASI Akhtar, saya mulai berani keluar dari daftar makanan itu, dan sebisa mungkin memberi lebih banyak variasi makanan ke Akhtar, tidak selalu dengan 4DR (four days rule) yang biasa disarankan untuk pengenalan jenis-jenis makanan. Hal tersebut berani saya lakukan karena sejauh ini Akhtar tidak pernah menunjukkan gejala alergi untuk jenis makanan apapun, dan kami, orangtuanya pun, tidak punya histori alergi apapun.

Si GTM yang dikhawatirkan pun beberapa kali terjadi. Masalah anak susah makan ini ternyata sukses juga menguras kesabaran, mengaduk-aduk emosi, dan membuat mood saya buruk. Walaupun sudah banyak sekali pembahasan tentang GTM di milis MPASI, selalu, solusinya berakhir pada, “Banyakin stok sabar aja yaaa…”. Dan itu lah yang (dengan keras) coba saya lakukan. Lagipula GTM-nya Akhtar (menurut saya) masih dalam tahap yang wajar. Tidak sampai menolak makanan sama sekali atau menyembur-nyemburkan makanan. Walaupun pernah juga dia GTM setelah suapan pertama. Tapi begitu diperhatikan, ternyata GTM-nya Akhtar ini bukan karena ia gak mau makan apapun. Bisa jadi karena pada saat itu ia tidak suka dengan makanan yang disajikan, atau tekstur makanannya yang membuat dia susah menelan, atau mengantuk dan terlalu lelah untuk makan. Kalau penyebabnya sudah ketahuan, jadi lebih mudah mengatasinya.

Walaupun banyak tantangannya, teteuup saya menikmati sekali masa-masa emas ini yang suatu saat nanti pasti sangat saya rindukan… lihat bayi baru lahir aja, udah kangeeeen Akhtar baru lahir :p