Berenang, itu lah kegiatan liburan yang akan saya ceritakan disini. Kalau dibilang ‘murah’ sebenarnya relatif ya bagi setiap orang. Karena bisa juga dibutuhkan usaha yang tidak murah untuk bisa berenang, bisa jadi karena lokasi tempat renangnya yang jauh atau tiket masuk kolam renangnya yang mahal. Nah, jika memperhitungkan kedua hal di atas, maka berenang adalah salah satu liburan (sekaligus olahraga) paling murah yang bisa keluarga kecil kami lakukan setiap minggu.

Ceritanya, saya sudah excited banget ngajak Akhtar berenang sejak umurnya masih dua bulan, tapi belum pernah kesampaian. Rasanya pengen juga saya mengikuti tren orangtua masa kini, salah satunya yaitu memotret bayinya yang sedang berenang di kolam khusus bayi dengan memakai neck ring dan ditemani bola-bola plastik mengambang di sekitarnya. Tapi ada saja alasan kenapa kami selalu batal membawa Akhtar ke babyspa. Alasan utamanya sih, biasanya, males, hahaha.

Walaupun selalu batal mengajak Akhtar berenang, tapi saya perlahan-lahan mempersiapkan Akhtar agar langsung bisa diajak ke kolam renang umum. Diantaranya, sedikit demi sedikit saya mulai mengurangi tingkat ‘kehangatan’ air mandi Akhtar, sehingga sekarang pun air mandinya tidak cukup hangat untuk dibilang hangat. Lalu, saya juga mengajari Akhtar refleks menahan nafas dengan mengguyur kepala Akhtar setiap kali mandi. Entah yang saya lakukan itu bisa dibilang ‘mengajari’ atau nggak, karena anak seumur Akhtar pasti belum paham apa yang kita ucapkan kan? Tapi saya yakin, komunikasi antara ibu dan bayi bisa terjadi dalam bentuk lain, tidak harus verbal, hehe. Kadang-kadang latihan guyur-mengguyur ini juga tidak berhasil, yang ada malah airnya terhirup, dan Akhtar pun menangis.

Kebetulan dua bulan yang lalu kami pindah rumah ke komplek perumahan yang (beruntungnya) dekat sekali dengan kolam renang. Tidak sampai lima menit berkendara motor, kami sudah sampai di kolam. Dan yang lebih menyenangkan lagi, tiket masuknya tergolong (relatif) murah, hanya Rp 7.500 saja. Menurut saya malah sangat murah dengan fasilitas 5 buah kolam (kalau tidak salah hitung) dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda, dan perosotan-perosotan a la waterboom juga dengan beberapa fasilitas pendukung lain, seperti, kios-kios makanan, ruang ganti yang nyaman, saung-saung lesehan, mushola, panggung terbuka, de el el.

Akhirnya, terlaksana juga niat membawa Akhtar ke kolam renang, pertama kalinya dua minggu lalu saat usianya tepat 1 hari sebelum 8 bulan. Khawatir juga Akhtar bakal ngamuk dicemplungin ke kolam dingin, tapi untungnya tidak, malah terlihat senang sekali, dia dengan lincah menggerakkan semua bagian tubuhnya.

DSCN5754

Saya batasi Akhtar berenang sekitar 15-20 menit saja, atau saya perhatikan saja kulit jari tangannya. Kalau sudah mulai mengeriput, saya hentikan kegiatan berenangnya, walaupun Akhtar masih terlihat senang bermain di air. Tidak lupa saya membawa termos berisi air panas dari rumah untuk memandikan Akhtar setelah selesai berenang. Biasanya setelah berenang, Akhtar makan dengan lahap, menyusu, lalu tidur. Walaupun lelah, namun terlihat lebih segeerr.

Rencananya, kalau tidak malas, kami pengen rutin berenang seminggu sekali. Mumpung kan? Mumpung dekat dan mumpung murah. Lagipula kalau saya baca di berbagai sumber, banyak sekali manfaat melatih bayi berenang jika dilakukan sering dan rutin.

Kalau sudah tahu manfaatnya dan lengkap persiapannya, tinggal nyemplung deh, yuk! :)

Byuuurrr…