Ini cerita tentang hamil saya yang kata beberapa orang, “Kok gak keliatan?”

‘Gak keliatan’ disini, bisa berarti dua hal.
Yang pertama, ada beberapa orang yang melihat perut saya tidak sebesar perut orang hamil dengan usia kehamilan yang sama.
Yang kedua, ‘gak keliatan’ is ‘gak keliatan’. Ada beberapa orang yang bahkan gak ngeh kalau saya hamil. Hehh???

Sebagai info saja, bahwa sampai tulisan ini dibuat usia kehamilan saya sudah 30 minggu plus 3 hari, kalau dihitung bulan berarti sama dengan 7,5 bulan, alias hampir 8 bulan. Tapi kan usia kehamilan tidak bisa disamakan dengan usia bayi dalam kandungan, karena usia kehamilan dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Jadi kalau untuk mengetahui usia kandungan sebenarnya, biasanya saya menambahkan dua minggu dari HPHT, artinya kandungan saya kira-kira sekarang ini menginjak 7 bulan, masuk trimester ketiga, yang mana semestinya perut sudah membulat sebesar bola basket hehe, tapi biasanya orang-orang sudah ngeh sama bumil yang masuk trimester kedua kok.

Lain kejadian dengan saya. Bahkan sampai usia sekitaran +/- 7 bulan, masih ada aja yang ga ngeh kalo saya hamil. Hehehehe …

Contohnya:

Sekitar kurang dari sebulan yang lalu, Mbak yang satu bus jemputan dengan saya menyapa saya di kantin, “Mbak lagi hamil, ya?”
Teman saya yang lain menimpali, “Ya ampun Mbaak, masa tiap hari se-bus ga tau?”
Saya cuma cengengesan.

Kemudian beberapa hari yang lalu, selepas jam kantor saya jalan bersisian dengan seorang Mbak menuju parkiran bus jemputan. Saya curiganya si Mbak ini baru tahu saya hamil, karena baru seminggu terakhir ini dia manggil saya “Bumil”, padahal kami cukup sering berpapasan, saling menyapa, atau bertemu di pengajian mingguan yang diadakan forum kajian Muslimah disini, “Iiih … bumil … udah berapa bulan sih?”
“Sekarang 7 bulan.”
“Hahh! Serius?? Kok keciilll???”
Saya cuma cengengesan.

Beberapa hari yang lalu juga, ketika bertemu segerombol Ibu-Ibu satu unit tapi ngantor di gedung berbeda, salah seorang diantaranya bertanya sambil ngelus-ngelus perut saya, “Berapa bulan sih ini?”
“Tujuh Bu”
“Tujuh bulan segini mah kecill, dulu saya hamil tujuh bulan udah gede banget, jalan udah ngangkang-ngangkang”, Ibu yang lain menimpali.
Saya cuma cengengesan.

Dan yang paling cetar membahana adalah kejadian beberapa hari lalu. Waktu saya ke toilet dan bertemu Mbak Cleaning Service, sempatlah kami berbincang sebentar, topiknya waktu itu Family Gathering di Dufan yang diadakan tanggal 6 April 2013 yang lalu.
“Ikut ke Dufan, Mbak?”, tanya saya.
“OB–OB disini gak ada yang daftarin Mbak, jadinya kita pada gak dapet tiket kesana. Mbak berangkat ya Mbak?”, jawabnya, sambil tangannya tetap sibuk mengepel lantai toilet.
“Iya, Mbak”
“Sama siapa? Mbak-nya enak ya masih single, bisa puas-puasin tuh Mbak maen disana”
Saya ternganga sejenak, “Lho Mbak, saya udah nikah lho, lagi hamil malah”
“Hah?? Oh ya??? Ya ampun Mbak, selama ini kirain belum nikah … Ya Allah … udah hamil juga tho?? Udah berapa bulan?”
Saya nggubrak?!*&%

Nah begitulah kira-kira beberapa kejadian tentang hamil saya yang, katanya, gak keliatan.

Sebenarnya saya sih merasa perut saya seperti orang hamil 7 bulan pada umumnya. Hanya setelah dianalisis, ada beberapa hal yang mungkin membuat perut saya tidak terlalu terlihat:

Pertama, karena saya lebih sering pakai baju yang longgar dengan kerudung panjang menutupi bagian perut. Kalau sekali-sekali saya pakai kaos atau baju yang agak ngepas badan, walaupun kerudung tetap panjang sampai menutupi perut, keliatan besar juga kok perutnya.

Kedua, apa karena saya juga cenderung menutup-nutupi ya? Hihihi. Jangan berpikir saya tidak mensyukuri kehamilan saya yaaa … ngga dong! Ini merupakan anugerah yang amat sangat patut untuk disyukuri. Namun terkadang saya sibuk dengan pikiran orang terhadap saya, apalagi orang-orang di sekeliling kost yang padahal tidak terlalu kenal saya. Kadang merasa aneh sendiri, padahal siapa peduli ya, ada bumil, tinggal sendirian di kost? Suaminya mana??? Nyatanya kalau suami pulang, malah saya senang kalau orang melihat saya sedang hamil :D

Ketiga, mungkin karena saya tinggi. Entahlah, tapi kata beberapa orang, mungkin salah satu alasannya itu. Jadi, dengan ukuran perut yang sama dengan bumil yang sama usia kehamilannya, saya terlihat lebih langsing.

Bagaimana pun teuteup ya yang namanya cewek-cewek, seneng kalau dibilang kurus walaupun lagi hamil. Saya, salah satunya hehe

-edisi curhatan bumil kurus-