Saya selalu terkesima dengan mereka, dua orang yang dipertemukan ketika sama-sama belum mengerti ‘cinta’ jenis ‘monyet’ maupun ‘serius’, kemudian bisa saling menahan perasaan masing-masing sampai akhirnya menikah bahkan setelah sepuluh tahun kemudian. Ya bisa saja, mereka kan saling mencintai?

Pria itu bukan siapa-siapa. Berpenghasilan pun tidak. Tapi wanita itu tetap mendukungnya. Bahkan menikahinya. Modalnya ‘hanya’ saling percaya, dan keyakinan bahwa suatu saat kehidupan mereka akan jauh lebih baik. Kenapa tidak? Mereka kan saling mencintai?

Pemandangan cukup menarik terlihat di meja seberang tempat saya makan di suatu foodcourt. Seorang wanita cantik mesra berbagi makanan dengan seorang pria yang ‘biasa saja’ bahkan teramat biasa, sekelebat pikiran menyapa, “Kalau mau, si wanita itu bisa mendapatkan yang lebih ‘baik'”. Tapi … mereka kan saling mencintai?

Pemandangan sebaliknya terlihat di sebuah mal. Si wanita berbadan subur tampak kepayahan mengejar anak balita yang berlari lincah di antara orang yang berlalu lalang, seorang pria tegap berwajah tampan mengikutinya dengan tangan penuh menenteng barang belanjaan. Kalau mau, pria itu bisa dengan mudah meluluhkan wanita lain yang lebih muda dan cantik. Tapi sepertinya tidak … mereka kan saling mencintai?

Wanita itu bekerja profesional dan berpenghasilan besar. Sementara pria itu bekerja sebagai pegawai lapangan yang bermodal sepeda motor pinjaman kantor. Lalu mereka bertemu, saling berbagi mimpi dan rasa yang sama, tidak terlihat perbedaan. Ah … itu kan karena mereka saling mencintai?

Sebagian rambutnya telah beruban, seorang wanita muda bersanding dengannya di pelaminan. Tiga anak menginjak remaja dan dewasa menghampiri pria beruban itu, kemudian membentuk formasi untuk foto keluarga. Kalau mau, wanita itu bisa menikahi pria muda yang belum pernah berkeluarga. Tapi mereka kan saling mencintai?

Dan ketika dua orang saling mencintai, apa alasan untuk tidak saling menerima?

#Benar-benar pikiran yang sering muncul di kepala saya belakangan ini, “Tapi mereka kan saling mencintai?”.