Jadi, tepat 2 bulan saya bersenang-senang tanpa pekerjaan. Terhitung resign dari kantor lama tanggal 5 Oktober 2011 dan hari pertama kerja di kantor baru tanggal 5 Desember 2011.

Sempat bad mood juga seminggu sebelum masuk kerja lagi. Tidak se-excited dulu ketika baru lulus dan pertama kali kerja. Yang langsung terbayang adalah rutinitas 8.30 to 16.30, duduk di depan monitor komputer selama 8 jam, berkutat dengan dokumen-dokumen, atau laporan-laporan … yah semacam itu lah. Setelah 2 bulan nganggur ternyata mental saya masih lembek kayak tempe belum jadi … astaghfirullah …

Tapi, saya meyakini betul bahwa apa yang akan terjadi pada diri saya tidak akan jauh dari persangkaan saya. Seandainya di awal saya sudah membayangkan hal-hal tidak menyenangkan di kantor, bagaimana nanti saya akan merasa nyaman bekerja? Karena apa yang saya lakukan dan pikirkan hanya untuk membuktikan bahwa ekspektasi saya itu benar. Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya kan? Ya semacam itu kali ya.

H-1 masih sempat belanja sampai sore di ITC Kuningan Ambas, sekedar mencari pakaian kerja dan membangkitkan mood. Omigooot, kalau setiap bad mood saya harus belanja, boros amat ya, untungnya saya sudah bisa memperkirakan kapan saya bad mood, biasanya seminggu sebelum dtg bln (disingkat aja :p), dan itu berlangsung sampai hari pertama dtg bln. Belum lagi bad mood pada situasi-situasi tertentu di luar itu :p

Back to topic …
Jadi, kantor baru saya ini agak jauh dari ‘peradaban’ sebenarnya. Keluar Kota Jakarta ke arah barat, melintasi tugu batas provinsi DKI Jakarta-Banten, sampai ketemu gerbang Selamat Datang di Bandara Soekarno Hatta.

Kerja apa sih? Pramugari? Maunya sih … padahal tinggi cukup, wajah juga ga jelek-jelek amat, yang jelek itu ya si Amat :p, minimal kalo gw senyum ada yang ngelirik, entah karena senyum gw yang manis, atau gw dikira orang gila.
Tapi sayangnya kemampuan bahasa asing saya kurang. Kalopun nanti jadi pramugari bisa dipastikan saya hanya akan terbang untuk rute Jakarta-Bandung dengan bahasa pengantar Indonesia-Sunda. Maka, saya putuskan untuk tidak jadi pramugari.

Intinya, saya sudah bekerja dan pekerjaan ini menyisakan waktu bagi saya untuk mengerjakan hal-hal lain. Berangkat dari kost jam 6.15an, dan sampai di kost jam 17.45 sebelum maghrib. Masih sempat masak sendiri untuk makan malam, baca buku, main-main sama kucing tak bernama yang tiap hari nongkrong di depan kamar, dan ngemall atau belanja … Ya ampuuun ujung-ujungnya kok belanja.

Pekerjaannya sendiri tidak begitu relevan dengan pengalaman hampir 3 tahun di KAP sebenarnya, saya berhadapan dengan makhluk bernama SAP, ngutak ngatik ini itu, benerin error sana sini, dan tadaaa … bingung deh. Baiklah tak apa saya belajar dari nol.

Ibu Senior Manager saya sempat ngasih bayangan seperti apa pekerjaan saya nanti di bagian yang dibawahinya, “Sebenarnya pekerjaannya tidak terlalu akuntansi, kalo dipresentasiin mungkin akuntansinya cuma 20%, yang 80%nya itu yang perlu kamu pelajari” … glek!! Oke, hari pertama saya jadi kayak orang linglung.

Pekerjaan yang akan saya kerjakan nanti adalah konsekuensi dari pilihan yang sudah saya ambil, mungkin juga yang terbaik yang Allah kasih buat saya, seandainya pun nanti pekerjaannya tidak sesuai dengan ekspektasi semula, tapi siapa tahu ada keinginan saya yang lain yang bisa terwujud dengan bekerja disini. Keliling Indonesia atau bahkan dunia, mungkin? :)
Jadiii … tetap semangat dan berpikir positif.

#perjalananpulangMASIHjam16.56WIB(waktuindonesiabis)