Jangan berpikir kalau jobless itu menyedihkan. Tidak! Itu sama sekali tidak berlaku. Okay … setidaknya bagi saya.

Saya tidak akan menyamakan semua yang nganggur itu seperti saya. Kondisinya pasti beda-beda kan? Dalam kasus saya, saya nganggur dengan adanya jaminan pekerjaan beberapa minggu mendatang, dan yang lebih penting lagi saya masih punya tabungan. Hehe. Kenapa duit jadi penting? Karena jadi lebih banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. Walaupun ketidakadaan uang seharusnya tidak menghambat kreativitas. Tetap banyak yang bisa dilakukan kok ;)

Well, jadi, hampir dua bulan saya nganggur. Memang masih banyak hari-hari yang saya isi dengan kurang produktif, terutama kalo di rumah. Bangun waktu subuh, tidur lagi, lalu bangun ketika semua orang udah keluar rumah dengan aktivitasnya masing-masing. Setelah makan pagi lalu terkantuk-kantuk di depan TV, dipastikan saya tertidur lagi sampai siang. Terlalu banyak tidur mengakibatkan semakin malas juga untuk melakukan kegiatan.

Di Jakarta ada lebih banyak kegiatan yang bisa saya lakukan, walaupun ada hari-hari yang saya habiskan di kost sama halnya seperti di rumah, apalagi kalau persediaan makanan di kost cukup untuk seharian. Tapi, yang paling menyenangkan adalah saya bisa melalukan kegiatan yang tidak bisa saya lakukan seandainya saya bekerja.

Pagi-pagi saya bisa ke pasar, lalu masak.
Siangnya saya bisa ke toko buku seharian, favorit saya masih Gramedia Matraman.
Atau saya baca buku di kost, dan menulis review-nya di blog.
Di hari yang lain, saya bisa ikut sekolah pasar modal dan seminar ekonomi syariah di BEI. Gratis, dapat sertifikat, makan siang, dan ilmu ;).
Saya bisa seharian penuh nengok new baby born-nya sahabat saya, dan mendapat banyak ilmu dengan mendengarkan obrolan orang-orang disana, Alhamdulillah … hikmah silaturahim.
Dapat kesempatan juga nonton Program Harmoni SCTV langsung dari Balai Sarbini, dan melihat artis-artis yang selama ini hanya saya tonton di TV perform langsung di depan mata.
Lalu nonton final badminton Sea Games beregu putri langsung di Istora, walaupun agak kecewa karena kalah.
Baru-baru ini nonton langsung timnas U23 lawan Malaysia di GBK, lagi-lagi kalah, sampai saya berpikir apakah setiap pertandingan yang saya tonton akan kalah? Ah saya kan ga se-sby itu …
Suatu hari yang lain saya ke TIM nonton pertunjukannya Butet Kartaredjasa.
Dua hari kemarin, secara tidak sengaja saya ikut bedah buku Pak Jacob Oetama yang pembahasnya bagus-bagus, termasuk di antara mereka adalah penyusun bukunya. Dihadiri beberapa jurnalis senior, dan budayawan macam Taufik Ismail, pengamat politik, dan pemilik portal berita online.
Dan yang paling tidak sabar saya tunggu adalah book fair minggu depan. Saya bisa kesana tiap hari dan ikut semua kegiatan disana. Hal yang saya impi-impikan sewaktu kerja dulu :D

Saya tidak pernah menyesal sama sekali resign tanpa pekerjaan. Dipikir-pikir, ada perlunya juga kita off sementara dari aktivitas pekerjaan kita dan menikmati semua kegiatan yang kita sukai.
Sekedar untuk me-refresh jiwa kita, merenungkan kembali mimpi-mimpi kita, kemudian menyusun strategi untuk meraihnya.

Hanya yang harus selalu diingat adalah tidak selamanya kita hidup dengan bersenang-senang seperti itu kan?
Yang masih punya tabungan, suatu saat tabungannya akan habis.
Yang tidak punya tabungan pasti terdesak untuk mencari pekerjaan.
Yang berpikir untuk berbisnis sudah harus memikirkan strategi bisnis, dan mulai bergerak.
Yang bekerja kantoran harus menyiapkan mental untuk kembali ke suasana kerja.

Pengangguran hanya status yang berarti ‘tanpa pekerjaan formal’. Tapi, tidak berarti kita tidak produktif dong. Kalau bukan uang yang dihasilkan, setidaknya ilmu dan pengalaman yang bertambah. Lebih baik lagi jika iman ikut menebal. Jangan manjakan tubuh hanya dengan kegiatan yang melemahkan iman dan mental.

Yuk … Semangat beraktivitas! ;)