Akhirnyaaa … reshuffle kabinet yang alot itu selesai juga.
“Emang apa urusannya ama lo?”
Gak ada sih, seenggaknya tayangan TV favorit saya ga diinterupsi breaking news tentang reshuffle lagi. Hehehe. Saya sih ga seberapa peduli siapa diganti siapa, siapa bergeser kemana, atau siapa jadi wakil menteri apa, tidak berpengaruh langsung ke saya kok. Saya tetap tak berpekerjaan, tetap berdesak-desakan di halte bus transjakarta, tetap kepanasan di Kopaja 19, uang kost pun tidak menjadi lebih murah, tetap bertemu pengemis yang sama di jembatan penyeberangan Benhil, dan tetap-tetap yang lain. Saya hanya berpikir kemungkinan pengaruh reshuffle ini terhadap hal-hal yang langsung terkait sama saya dan warga lainnya, misalnya …

Bayangkan, dalam keadaan lelah sehabis beraktivitas seharian, Anda kepanasan di dalam angkutan umum dan terjebak dalam kemacetan, tiba-tiba sebuah voorijder membelah kemacetan diikuti mobil mewah entah pejabat atau bukan, apa yang Anda rasakan? Kalo saya sih sebaaaaallll … dan itu salah satunya terjadi tadi sore. Tidak hanya sekali, saya hanya memberi contoh kejadian terdekat.

Satu hal yang menarik perhatian saya ketika mendengar rotator dari voorijder adalah nomor polisi mobil mewah yang mengikutinya, bisa berjudul RI-RI-an, alias mobil presiden, atau wapres, atau istri presiden, atau para menteri, bisa tamu negara, bisa juga mobil dengan nomor polisi biasa, bisa pejabat atau bukan. Padahal setelah saya baca dari suatu sumber ternyata Presiden sendiri pernah menertibkan penggunaan voorijder dengan membatasi penggunaannya hanya untuk presiden, wapres, ambulans, pemadam kebakaran, dan tamu negara. Menteri tidak termasuk lho walaupun pada kenyataannya seringkali saya terganggu dengan voorijder yang mengawal mobil para menteri itu. Belum lagi pejabat tinggi negara yang lain, pejabat provinsi, para pengusaha kaya, para pemimpin parpol, para mantan pejabat, anggota DPR, daaan lain-lain. Contoh lain yang lebih mengganggu, pada sore hari menjelang jam 7 malam, rutin tiap hari saya melihat entah mobil siapa dikawal voorijder menuju SCBD di Sudirman. Pulang kerja Pak?

Saya membayangkan dengan reshuffle ini, ada 13 wakil menteri yang baru terpilih, siapa yang bisa menjamin mereka tidak menggunakan voorijder untuk mengawal mobil-mobil mereka?

Belajarlah berempati Bapak dan Ibu Pejabat yang terhormat :)