Kemarin baru saja selesai membaca buku “Pak Beye dan Politiknya”, yang merupakan buku kedua dari empat buku yang rencananya akan diterbitkan dalam Tetralogi Sisi Lain SBY. Sebelumnya saya sudah membaca buku pertamanya berjudul “Pak Beye dan Istananya”, tapi belum sempat saya bagi di blog ini.
Tinggal menunggu buku ketiga dan keempat terbit nih :)

Tetralogi Sisi Lain SBY ini merupakan kumpulan tulisan seorang wartawan Kompas, yang selama beberapa tahun pemerintahan Pak Beye bertugas meliput di Istana. Wisnu Nugroho alias Mas Inu namanya.

Di Kompasiana (saya juga jadi Kompasianer, walaupun hanya pernah posting satu kali :P), Mas Inu menulis hal-hal tidak penting terkait orang nomor 1 di Indonesia itu yang tidak diliput media, karena memang tidak penting. Tetapi, hal-hal penting tidak akan menjadi penting kalau tidak ada yang tidak penting bukan? Di beberapa tulisan, Mas Inu pun membagikan foto-foto hasil jepretannya selama mengikuti kegiatan-kegiatan Pak Beye. Sama hal dengan tulisannya yang jenaka dan sedikit-sedikit menyentil orang-orang Istana (sedikit-sedikit menyentil, sedikit-sedikit menyentil, menyentil kok sedikit sedikit? :P), seringkali foto-foto yang disertakan pun membuat saya tersenyum, atau terbahak-bahak sekalian.

Buku setebal 431 saya selesaikan tidak lebih dari tiga hari, itupun hanya di beberapa waktu senggang saya. Cepat saja, karena terdiri dari kumpulan tulisan-tulisan pendek, dengan bahasanya yang ringan dan enak dibaca, baik sambil minum kopi, maupun sambil ngeden di kamar mandi (yang terakhir ga usah ditiru, sayang bukunya, ntar kebasahan :P).

Anda yang penasaran ingin tahu, bagaimana Pak Beye berpolitik. Siapa saja pendukungnya? Bagaimana strateginya? Apa saja gossip yang meliputinya? Bagaimana Pak Beye menyiapkan setiap pidatonya? Hal-hal klenik apa saja yang berkaitan dengan angka 9 favoritnya? Bagaimana hubungannya dengan Presiden Amerika (hmm, bagian yang ini jujur saja membuat saya kecewa pada Pak Beye)? Sampai alasan kenapa Pak Beye menolak dipanggil Pansus? Yang terakhir ini bikin saya terbahak-bahak. Hahahaha :D. Dan tentu saja masih banyak cerita tidak penting lainnya. Silakan beli sendiri bukunya. Hanya Rp65.000 di Gramedia, atau bisa lebih murah di Toko Buku Diskon seperti Togamas (Wah, jadi promosi nih ane).