Cinta di Dalam Gelas merupakan novel kedua dari Dwilogi Padang Bulan.
Andrea Hirata memunculkan kembali tokoh-tokoh yang pernah diperkenalkan di Padang Bulan, seperti Detektif M. Nur, Jose Rizal, Enong,
juga Paman Ikal (bernama Kamhar), seorang pemilik warung kopi yang diduga memiliki kepribadian ganda karena sejenis penyakit yang menyerang organ di antara selangkangannya :P

Di dalam novel ini, Andrea Hirata banyak menceritakan kebiasaan orang Melayu (setidaknya di Belitong) yang suka nongkrong di kedai kopi, sambil main catur dan menjelek-jelekkan pemerintah.
Dari hasil pengamatannya selama bekerja di kedai kopi milik pamannya, Ikal menyusun suatu Buku Besar Peminum Kopi, dan mencoba melihat karakter orang dari kopi yang dipesannya, atau dari cara peminum kopi memegang cangkirnya. Disinilah letak humornya, humor yang sedikit bernada satir.

Anda yang merasa bingung membaca novel Andrea Hirata berjudul Maryamah Karpov sebelumnya, akan menemukan jawaban, siapa Maryamah sebenarnya, dan mengapa dia memakai nama Karpov di belakang namanya.
Maryamah kali ini ditampilkan tidak dengan biolanya, namun dengan bakat caturnya yang luar biasa.
Di bawah bimbingan jarak jauh seorang Grand Master catur internasional, Maryamah yang awalnya tidak mengenal catur sama sekali berusaha mengalahkan mantan suaminya Si Juara catur 2 tahun berturut-turut pada perayaan Agustusan di kampung mereka.

“Beri aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar!” diucapkan oleh Maryamah ketika dia meminta Ikal untuk mengajarinya catur.
Maryamah adalah pembelajar yang gigih, seseorang yang berani menantang segala ketidakmungkinan, dan merupakan tokoh yang paling memberi inspirasi dalam novel ini.