Mengapa judulnya 5 cm???
Akhirnya saya menemukan jawabannya pada halaman-halaman terakhir novel ini.

Apabila kamu punya mimpi, taruh dia 5 cm di depan kening kamu,jadi nggak pernah lepas dari mata kamu. Dan sehabis itu yang kita perlu cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dan leher yang akan lebih sering melihat keatas.

Juga lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras, serta mulut yang akan selalu berdoa.”

Lagi … sebuah novel yang saya baca, tentang kekuatan impian, kebulatan tekad untuk mencapai tujuan. Disampaikan dengan bahasa nyantai khas anak muda Ibu Kota. Berisi dialog-dialog lucu, dan banyak kutipan lagu-lagu kerennya (yang kebanyakan belum pernah saya tahu judul dan liriknya … hehe).
Bagian yang paling memikat adalah cerita perjalanan mereka ke Puncak Mahameru, membuat saya ingin juga menginjakkan kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Dan sungguh mengharukan membaca surat yang ditulis oleh seorang pendaki (bernama Deniek) untuk seorang sahabatnya yang hilang di Mahameru beberapa tahun sebelumnya. Ingin dikenang menjadi orang seperti apa setelah kita mati nanti??? Orang yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain? Atau sebaliknya?

Perjalanan ke Mahameru adalah perjalanan hati. Dan membaca novel ini bisa menjadi salah satu persiapan sebelum melakukan perjalanan hati yang sesungguhnya.

Kencangkan carrier-mu.
Sampai jumpa di Mahameru!