Hari ini diawali dengan SANGAT BURUK!!! Bagaimana tidak, saya baru terbangun jam setengah 8 pagi, bablas blas blas dari jam setengah 2 pagi. AR-TI-NYA … ada satu waktu wajib bangun yang saya lewati. Maaf ya Alloh :(
Rencana yang saya susun dari kemarin … SEMPURNA berantakan
Jam 3 pagi bangun, memohon sama Alloh, agar dimudahkan semua urusan.
Setelah itu, siapin pakaian untuk kegiatan hari ini, seterika baju, jilbab, rok, dan membersihkan sepatu.
Sarapan pagi, tinggal memanaskan sisa nasi goreng semalam.
Jam 6 pagi berangkat dari kost. Pagi beneeerrrr???
Sampai di tempat tujuan jam 7 pagi. Fiuhhh …
Tapi hey tapiiii … uraian di atas hanya ada dalam rencana, karena kegiatan hari ini saya “reschedule” sedemikian rupa menyesuaikan waktu bangun saya.

Jam setengah 8 pagi saya terbangun, itu pun karena si Rumet membangunkan dengan satu peringatan mengagetkan,
“Put? Katanya mau interview jam 8!!!”
Dengan malas saya menjawab, “Hoooaahmmm … emangnya ini jam berapa?”
“Jam setengah 8!!!!” jawab Rumet dengan nada agak tinggi.
Seketika saya terbangun, beristighfar, turun dari tempat tidur dan langsung menangkap ‘sesosok’ sajadah dan mukena yang tergeletak di lantai kamar, “ASTAGHFIRULLAH!!! Aku kan belum sholat shubuh!! Kamu kok ga bangunin siiihhh!!!” saya berteriak sedikit jengkel.
Mendengar frasa ‘shalat subuh’, si Rumet yang rumet ini malah ikutan istighfar, “Astagfirullah … aku juga belum shalat shubuh!!!”
Gyaaaaaaaaaaaaaaaaah … suasana pagi yang meriah dengan teriakan 2 orang KACAU dalam satu kamar.

Jam 8 kurang 20 menit saya baru selesai mandi. Langsung mencari handphone dengan tangan yang sedikit gemetar. Shock!!! Ah handphone ini mati! Pantas saja saya tidak mendengar alarm pagi ini.
Saya berbicara pada seseorang di ujung telepon, “Halo Mbak, ini Asri. Maaf banget sebelumnya, saya mau minta jadwal interviewnya dimundurin bisa ngga Mbak? Saya harus ke kantor dulu, ada yang perlu saya urus disana, maaf banget saya baru ngabarin, soalnya mendadak (mendadak kesiangan, lanjut saya dalam hati).” Wow … dalam keadaan terdesak, saya bisa berbohong dengan sempurna. Maaf ya Alloh :(
UNTUNG! si Mbak baik hati itu mau memundurkan jadwal interview-nya, “Oke tapi usahakan sebelum jam 10 sudah sampai ya.” Fiiiuuuhhh … dari situ saya bisa bernafas lega, kembali ke gaya khas saya, nyuantaaaiiii, kayak kura-kura … errrggghhh!!!!