2 Agustus 2010, 18.50 di jam tanganku …
Saatnya pulang, alhamdulillah … tapi aku ga tega meninggalkan blog ini tanpa meng-update apapun.
Tik tok tik tok … jarum jam terus berputar, sementara otak pun terus kuputar, mencari suatu hal yang bisa kuceritakan.
Argh … penyakit ini lagi, penyakit malas, penyakit otak buntu …

Sebuah pesan pendek masuk, membuatku refleks menatap layar handphone. Bukan siapa pengirim SMS yang menarik perhatianku. Aku memerhatikan HP-ku agak lama. HP ini, bagian badannya sudah tidak mulus lagi, goresan-goresan kecil karena terlalu sering jatuh atau terbentur membuat HP ini tampak usang, padahal aku baru membelinya kurang dari dua tahun lalu. Tiba-tiba teringat HP lamaku yang saat ini masih tersimpan di kamar kost, dengan kondisi yang sangat tidak layak pakai. HP itu tetap mati, ketika terakhir kali aku mencoba menghidupkannya.
Keinginan itu sudah ada sejak beberapa minggu lalu, aku ingin beli HP baru. Apalagi setelah mengetahui mic HP-ku sudah tidak lagi berfungsi. Setiap ada panggilan masuk ke nomorku, aku menghabiskan sekitar setengah menit hanya untuk mencari headset di dalam tas, dan memasangnya di telinga di balik jilbabku.
Belum lagi, baterenya sudah tidak se’tahan lama’ seperti ketika pertama kali membelinya. Oke maaf (minta maaf ke siapa?? :p), yang ini sepenuhnya salahku. Seringkali aku masih menggunakan HP-ku saat sedang mengisi batere.
Pada satu kesempatan, aku melewati satu konter HP di Plaza Semanggi. Iseng aku bertanya pada si Mbak Penjaga Konter, “Mbak, Samsung F400 kalo dijual laku berapa ya?”. Aku sengaja tidak menunjukkan HP-ku saat itu, karena aku yakin HP-ku akan dihargai murah dengan kondisi badan yang tidak mulus. Tapi … “Coba liat HP-nya Mbak”, jawab di Mbak Penjaga Konter. Maka, dengan berusaha menutupi bagian yang tergores akupun menunjukkan HP-ku. “Udah pernah jatuh ya? Kalo kondisinya kayak gitu paling laku 500ribu”. Mataku membelalak, “Oke deh Mbak, makasih ya … “, kataku sambil berlalu dan tidak berniat melanjutkan tawar menawar.
“Seandainya aku tidak ceroboh menggunakan HP ini, ga akan harganya turun sangat drastis dari harga beli kayak sekarang ini”, aku menyesali dalam hati.
Aku pikir, lebih baik tidak usah menjualnya sama sekali. Tapi, aku tetap akan membeli HP baru … (keukeuh :P)