INI bukan kali pertama, mungkin sudah yang ke … dua, tiga, atau keempat kalinya (kalau tidak salah hitung dan salah ingat) aku mengalami masalah yang sama dengan kartu ATM-ku. Aku sendiri tidak begitu paham, APA yang bermasalah??? Kartu ATM-ku kah? Adakah suatu aturan pembatasan penggunaan kartu ATM pada jam-jam tertentu? Atau mesinnya kah? Tapi, bagaimana bisa dalam satu waktu yang sama, beberapa mesin bermasalah sekaligus.

Ketika pertama kali aku mengalaminya, hampir setahun yang lalu, aku menganggapnya sebagai masalah teknis biasa, “Mungkin, bank penyedia jasa ATM-ku yang sedang bermasalah. Tetapi, ketika masalah yang sama berulang (bahkan) sampai empat kali, hingga malam ini, aku tidak lagi berpikir ini masalah biasa. Pasti ada sesuatu yang tidak kuketahui mengenai aturan penggunaan kartuku ini. Besok pagi (insyaallah, kalo kekesalanku masih memuncak seperti malam ini) aku harus telepon customer service dari bank yang bersangkutan.

Lalu apa masalahnya??? Hmmm … sebentar, mungkin perlu dijelaskan, bahwa aku mengalami masalah ini dalam KONDISI yang sama. KONDISI ini terkait dengan ‘kecerobohan’ku juga, yaitu nekat naik taksi tanpa mengantungi uang tunai yang memadai.

1. Masalah ini selalu terjadi pada malam hari, mendekati, atau lewat tengah malam. Tidak perlu dijelaskan kan kenapa aku ‘keluyuran’ sampai tengah malam? Yap … hal ini berkaitan dengan pekerjaanku sekarang, dan itu sudah banyak dijelaskan di tulisan-tulisanku sebelumnya.

2. Kondisinya, aku PASTI sedang menggunakan jasa taksi yang mengantarkanku ke kostan.

3. Pada saat itu, aku tidak mengantongi uang tunai yang cukup untuk membayar taksi sampai ke kostan. Padahal, aku bisa saja sebelumnya meminjam uang temanku, tapi selalu aku berpikir, “Nanti juga di jalan ketemu ATM”

4. Biasanya aku akan mampir ke ATM (dari bank yang bersangkutan) di dekat kostku di Benhil.

5. Masalah pun terjadi. Di layar ATM itu muncul kalimat, “Maaf untuk sementara ATM ini tidak dapat digunakan”, yah, kira-kira begitulah kalimatnya. Artinya??? Aku berpikir, “Oh, mungkin mesinnya yang sedang bermasalah, atau memang sudah tidak tersedia cukup uang di mesin ini” Maka, aku pun akan mencari ATM lain (dari bank lain, tapi masih tergabung dalam jaringan ATM bersama) yang jumlahnya lumayaaaan ada beberapa di sekitaran pasar Benhil. Tapi, apa benar mesin ATM-nya yang bermasalah, ketika semua mesin, PADA SAAT YANG SAMA memberi kalimat peringatan yang sama, “Maaf untuk sementara ATM ini tidak dapat digunakan” Maka, aku mulai berpikir, mungkin kartuku yang bermasalah.

6. Kejadian pertama … aku kembali ke kostan tanpa uang sepeser pun yang berhasil aku ambil dari ATM. Maka, sesampainya di kost aku akan membangunkan teman sekamarku untuk meminjam uang. Kejadian kedua … sama, pada akhirnya aku terpaksa meminjam uang ke teman sekamarku. Kejadian ketiga … samaaaaaaaa, tapi kali ini aku (bela-belain) mengitari daerah yang lebih luas demiiii menemukan mesin ATM yang bisa berkompromi dengan kartu ATM-ku. Tapiii, pada akhirnya, aku kembali ke kost dan kembali meminjam uang temanku. Kejadian keempat … terjadi malam ini. Pulang dari dufan, dilanjutkan makan malam di Bandar Jakarta. Sampai di Harmoni jam 10.30, dari sana aku naik taksi, lagi-lagi dengan tidak menyimpan uang tunai memadai di dompetku. Kekhawatiran akan terjadinya kembali masalah-masalah yang sama seperti sebelumnya pun muncul. Dan benar saja, hal itu benar2 terjadi, kali ini aku habis kesabaran, didukung oleh kondisi terburuk yang sebelumnya tidak pernah kualami. Bayangkan, malam ini, di dompet hanya tersisa uang Rp1,000. Pulsaku hanya tersisa Rp65. Dan lebih buruknya lagi, teman kostku yang biasa meminjamkan uang pun tidak sedang berada di kost saat aku pulang. Tanpa malu, aku mengetok pintu kamar tetangga, argh, tidak ada respon. Maka aku pun turun ke bawah (kamarku di lantai 2). Pintu menuju rumah pemilik kost sudah pasti terkunci pada jam segini. Satu-satunya harapanku adalah pembantu Ibu Kost yang biasanya tidur di luar pintu menuju ruang utama rumah ini. Lagi-lagi dengan mengabaikan rasa malu, akupun membangunkannya. Dengan setengah tidur, akhirnya si Mbak bangun dan mengeluarkan uang Rp50,000 tanpa berkata apapun, tapi tergambar jelas di wajahnya, ekspresi yang kira-kira seperti ini kalo dibaca, “Lo, ganggu gw tidur aja tengah malam gini” Dan aku hanya, “Maaf ya Mbaak, maaf banget, soalnya aku ga ada uang tunai buat bayar taksi” Put … puuuut … entah harus menyalahkan ATM-nya atau diriku sendiri. Harusnya aku juga belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, nekat naik taksi tengah malam tanpa uang cukup di dompet!

Tapi, di luar ‘kecerobohan’ku itu, adakah yang bisa menjelaskan, kenapa hal itu bisa terjadi???? Adakah yang pernah mengalami???? – hmmm, boleh sebut merek bank kagak ya di mari?? –