Kalimat di atas menjadi sangat populer ketika ada satu iklan rokok yang menggunakannya sebagai tag.

Cerita iklannya semua pasti tau kan? Tentang seseorang yang selalu mendapat pertanyaan, “Kapan kawin? Kapan kawin? Dan kapan kawin?”

Entah karena jengah atau saking cueknya, Si Orang Yang Ditanya hanya menjawab, “May…”, sayangnya ga ada satu orang pun penanya yang menyadari kalimat lanjutannya, “….be YES, may be NO…”

Tiba-tiba teringat iklan yang sudah ga ditayangkan di televisi itu, ketika menyadari semakin banyak orang bertanya hal yang sama padaku, dalam berbagai kesempatan….kumpul keluarga, kumpul dengan teman lama, bahkan dalam forum internet sekalipun.

Awalnya pertanyaan seperti itu aku anggap sebagai pertanyaan basa basi yang tidak perlu ditanggapi dengan serius, karena aku pikir si penanya pun tidak begitu menginginkan jawaban yang sebenarnya. Iya … hanya basa basi.

Lama-lama, ketika semakin banyak orang bertanya, dan ketika aku sadar usiaku 24, aku mendengar pertanyaan itu bukan sekedar basa basi lagi, tapi sebuah TUNTUTAN.

Pertanyaan, “Kapan kawin?” itu menjadi terdengar, “Cepetan kawin!!!”, di telingaku.

Itu tidak ada bedanya dengan pertanyaan paling populer pada masa akhir kuliah dulu, “Skripsinya udah sampai mana?” atau “Kapan sidang?”. Pertanyaan basa basi jika bertemu dengan teman-teman seangkatan yang senasib sepenanggungan. Pada awalnya, aku akan bercerita apapun tentang skripsiku. Lama-lama jengah juga. Pada kesempatan berikutnya, ketika seseorang bertanya, “Gimana skripsinya?”, maka aku hanya tersenyum, dengan jawaban yang menggantung, ” Yaaaa……gitu deh…hehehe”, sambil nyengir kuda. Jika diterjemahkan, maka itu berarti, “Please, berhenti menuntutku!”