Akhir tahun bukanlah saatnya auditor libur.
Ketika tanggal 31 Desember orang-orang merencanakan kemana mereka akan menghabiskan malam pergantian tahun, maka kami ‘memilih’ untuk menyelesaikan pekerjaan kami.
Pun ketika tanggal 1 Januari mereka menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga, mungkin kami sedang berada di gudang suatu perusahaan mengecek semua persediaan yang ada.

Tanggal 31 Desember dan 1 Januari-ku tahun ini pun sama dengan tahun lalu. Aku tinggal di Jakarta, dan memutuskan untuk tidak pulang ke Bandung. Selain karena dua minggu berturut-turut lalu aku selalu pulang ke Bandung, juga karena aku merasa lebih baik tidak pulang untuk menghindari perasaan ’emoh balik ke Jakarta’ setiap kali aku pulang ke rumah.

Tapi, jangan berpikir kalau aku membenci pekerjaanku sekarang, apalagi setelah kalian membaca beberapa post disini yang selalu berkaitan dengan pekerjaan, dengan sedikit keluhan.
Pekerjaanku menyenangkan, banyak hal baru yang ku dapat selama bekerja disini.
Yang paling menyenangkan dari pekerjaanku adalah, aku bisa masuk ke banyak perusahaan, mengamati sistem mereka, mempelajari proses bisnis mereka, dan yang paling kusukai adalah, masuk ke ‘dapur’ mereka, mengamati proses produksi, melihat bahan baku yang mereka gunakan hingga menjadi barang jadi dalam kemasan.

Dan hal yang paling kusukai itu akan kudapat selama SO. Jadi, tau kan bahwa ‘so’ dan ‘SO’ pada judul di atas itu berbeda?

SO —> Stock Opname, stock take, atau physical check, yaitu salah satu prosedur audit untuk memastikan bahwa persediaan yang dicatat dalam buku perusahaan benar-benar ada sampai tanggal pengecekan tersebut.

Dan, selalu saja ada pengalaman PERTAMAX yang kudapat setelah beberapa kali melakukan stock opname.

Untuk ….

Pertama kalinya aku melakukan SO di perusahaan distributor, pertama kalinya naik forklift dan diangkat sampai ketinggian … hmmm … lebih dari 6 meter kurasa. Forklift itu mengangkatku hingga hampir mencapai langit-langit gudang yang tinggi itu. Dari atas forklift aku melihat pemandangan kemasan barang yang bertumpuk-tumpuk dan itu tidak biasa buat aku. Wow … kamu harus mencobanya teman. Pemandangan gudang dari atas forklift sangat menakjubkan. Haghaghag …

Pertama kalinya aku melihat pabrik pembuatan lantai keramik. Sampai sekarang masih kerasa di telinga, ngilunya mendengar keramik-keramik itu dipotong oleh mesin-mesin pemotong. Sampai sekarang pun, aku masih bisa membayangkan ‘merasakan’ asinnya air wudhu di pabrik keramik itu. Kenapa? Anak-anak IPA pasti lebih bisa menjelaskannya.

Pertama kalinya aku naik ke atas silo setinggi … (berapa yaaa?? Aku lupa, 30 meteran kah? atau 60 meteran kah?) pada saat mengecek persediaan gandum di sebuah perusahaan tepung (ternama di Indonesia). Tahun kemarin aku dua kali naik ke atas silo di perusahaan yang sama. Pertama kali, aku naik dengan menggunakan tangga zig zag, entah berapa banyaaaaaaak anak tangga, bayangkan saja naik ke gedung tinggi lewat tangga darurat. Fiuuhh. Semua gara-gara lift di silo tersebut mati.
Yang paling menakjubkanku adalah pemandangan di atas silo. Perusahaan itu terletak di pesisir pantai utara Jakarta, di daerah Tanjung Priok. Ketika mencapai ketinggian tertentu, aku sudah bisa melihat laut terbentang di depanku. Wow …

Pertama kalinya aku melakukan SO tercepat, hahaha, tahun lalu di pabrik assembling motor-nya Juara MotoGP di Pulogadung. Hanya 15 menit. Tapi, gara-gara SO yang hanya 15 menit itulah aku ga jadi pulang ke Bandung akhir tahun lalu. Sayangnya, aku hanya mengecek ke gudang sparepart waktu itu. Pasti seru ya, kalau ada kesempatan masuk ke pabriknya.

Pertama kalinya aku SO sampai jam 3 pagi. JAM TIGA PAGI!!!! Argh … itu SO yang paling membuatku muuuaaallles dan pengen muntah.
Waktu itu, pertengahan tahun 2009, aku melakukan SO di perusahaan pembuat karton box kemasan. Dan aku baru tahu, bahwa persediaan dalam proses di pabrik kemasan karton dihitung dengan menggunakan meteran. Tumpukan-tumpukan karton setengah jadi itu diukur tingginya kemudian dikalikan dengan besaran flute-nya. Ada A flute, B flute, dan C flute, masing-masing dengan angka tertentu. Flute itu menunjukkan ketinggian dan jumlah gelombang pada setiap lembar karton. Tinggi tumpukan karton setengah jadi dikalikan dengan angka besaran flute itu akan menghasilkan jumlah berapa lembar karton yang diproduksi.
Hari itu juga aku melihat proses pembuatan karton-karton kemasan itu, untuk pertama kalinya.

Pertama kalinya aku masuk freezer bersuhu 4 derajat C waktu melihat bahan-bahan isian roti kesukaanku. Itu looh, roti yang para penjualnya berkeliling tiap pagi di kompleks perumahan. Hehehe. Terus, dari suatu ruangan di atas ruangan pembuatan roti (katanya itu ruang pengovenan roti, aku melihat roti-roti itu diproduksi. Hmmmm … roti yang fresh from the oven. Kayaknya enaaaak banget, apalagi waktu itu aku belum sarapan. Berharap si klien berbaik hati memberiku satuuu aja roti fresh from the oven, tapi, ternyata ENGGA!

Pertama kalinya aku mengecek ke gudang kemasan karung plastik. Sayangnya waktu itu hari libur (dan gue kerja!), jadi ga bisa sekalian ngelihat proses produksinya.

Dan untuk kedua kalinya aku mengecek ke gudang persediaan pabrik kemasan karton box, perusahaan yang sama dengan yang di atas, tapi di lokasi gudang yang berbeda. Tapi kali ini semuanya berjalan normal, jadi ga ada lagi pulang jam 3 PAGI!

Yap … itulah sekelumit kisah SO-ku.

Tapi, aku masih ingin merasakan SO di tempat-tempat lain dan merasakan pengalaman baru disana.
Aku belum pernah SO di pabrik oil and gas. Aku pengen ngerasain nyeberang laut dan melihat rig perusahaan minyak di lepas pantai.
Aku belum pernah SO di perusahaan real estate. Hahaha. Padahaaalll, klienku dua tahun berturut-turut adalah perusahaan dalam industri real estate.
Aku belum pernah SO di perkebunan atau pertanian. Suatu hari nanti aku harus mencobanya.
Aku belum pernah SO di hotel atau resort. Pasti sangat menyenangkan. Kerja sambil berlibur.
… dan banyak lagi.

Menyenangkan kan? Jadi, siapa bilang aku tidak menyukai pekerjaanku.
Tidak ada alasan untuk tidak menyukai pekerjaanku, kecuali bahwa pekerjaanku tidak bisa membebaskanku melakukan hal-hal lain yang kusukai.