Apa pula itu bunga tidur?
Apakah berarti mimpi itu membuat tidur menjadi lebih indah? Lebih berkesan?
Aaarrgghh….seandainya mimpi selalu berbanding lurus dengan kenyataan, maka mimpiku tadi pagi bisa dikatakan…..sangat indah.
Sayangnya, dalam kehidupan nyata bukan itu yang terjadi.

Hmfff….sedikit menyesal, kenapa aku melanjutkan tidurku subuh tadi hingga menjelang matahari terbit.
Kalau tadi pagi aku memutuskan bangun dan tidak melanjutkan tidur, tidak akan pernah aku bermimpi seaneh tadi.
Mimpi bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ingin aku jumpai.
Dan yang aku dapati ketika terbangun adalah….kekecewaan dan kehampaan, kemudian rasa penyesalan, “Ah…kenapa ini hanya mimpi?”

Tapi, eh…tapiiii…..aku jadi bertanya-tanya sendiri, “Apa yang menyebabkan kita bisa memimpikan seseorang?”
Apakah karena kita terlalu sering memikirkan orang tersebut?
Hmmm…sangat mungkin. Aku pernah mengalaminya beberapa kali. Ketika pada suatu waktu aku tidak pernah lepas memikirkan seseorang sepanjang hari sehingga seseorang itu pun hadir dalam mimpi-mimpiku.
Tapi, ‘teori’ ini sama sekali TIDAK berlaku untuk mimpiku tadi pagi.

Atau mungkin, karena kita mengharapkan pertemuan dengan seseorang itu?
Agak susah dibedakan dengan kemungkinan pertama di paragraf sebelumnya sih.
Tapi kalaupun itu penyebabnya, aku rasa mimpiku tadi pagi juga ga ada hubungannya dengan harapan bertemu seseorang yang ada dalam mimpiku itu.

Trus … apa dong???
Ah…hanya mimpi kok Put…ngapain dipikirin???