Sehari yang lalu aku mendapat kabar gembira dari seorang teman SMA tentang rencananya menikah pada tanggal 22 November depan.
Menikah dengan seseorang yang telah mengikatnya dalam hubungan pertunangan sejak beberapa tahun yang lalu….Wow…luar biasa…aku bahkan tidak pernah berpikir untuk bertunangan selama itu.
Sayang, agak kurang memungkinkan memenuhi undangannya mengingat lokasinya yang nun jauh di Jambi sana.
Pernahkah terbayangkan di sela kebahagiaan menggenapkan dien itu ada suatu peristiwa yang harus memisahkan kita dengan seseorang yang sangat kita sayangi, seseorang yang sangat mengenal kita sejak kita dilahirkan ke dunia.
Tadi pagi aku menerima sebuah SMS dari seorang temanku yang lain, menyampaikan berita duka tentang meninggalnya Ibunda temanku yang akan menikah itu, tadi pagi, karena sakit.
Kehilangan seseorang yang sangat kita cintai pada suatu waktu, dan mendapatkan seorang pendamping seumur hidup pada saat yang hampir bersamaan. Mampukah kita tetap bersyukur? Semoga kamu tetap diberi kekuatan ya Asti Sayang….

Jadi teringat kejadian beberapa minggu yang lalu.
Saat itu ada pekerjaan yang harus segera kuselesaikan karena sudah mendekati deadline.
Pada tanggal yang sudah ditetapkan sebagai deadline, aku hampir 100% menyelesaikan pekerjaanku.
Sampai tiba-tiba ketika aku memindahkan hasil kerjaanku yang sudah benar-benar selesai ke external harddisk untuk kemudian dikirimkan ke seniorku….
entah karena terlalu banyak file yang dibuka,
atau karena aku membiarkan laptopku tidak beristirahat selama bermalam-malam, laptopku berhenti beroperasi. Error…tapi entah karena apa.
Aku kaget ketika mendapati salah satu bagian external HD-ku yang bermemori 40GB tidak ada isinya sama sekali. Aku putus asa, tapi tidak terlalu panik karena sebagian isi HD itu sudah saya pindahkan ke laptop.
Tapi, masalah menjalar ke laptopku. Dia menjadi tidak bisa dioperasikan sama sekali. Aku segera meng-save semua file yang kubuka dan menutupnya, untuk kemudian me-restart laptop dan menyalakannya kembali.
Dengan harap-harap cemas selama me-restart laptop aku berdoa….
”Ya Allah….pliiiiiissss….jangan sampai file-file kerjaanku hilang. Plis ya Allah….aku tidak membackup satupun file-file tersebut di tempat lain….”
Deg..deg..deg…aku sampai bisa merasakan debar jantungku sendiri.
Hingga akhirnya laptop menyala kembali, aku sangat bersyukur mendapati semua file-ku utuh dan ter-save dengan kondisi terakhir ketika aku men-save-nya.
Ku cek HD-ku dan…semua file yang awalnya seperti hilang tiba-tiba itu ternyata masih ada.
Maka, kucari file kerjaan terakhir yang akan kukirim ke seniorku, kubuka, dan………….
Aku kaget…..diantara banyak file yang kusimpan sebelum mematikan laptop, hanya satu file kerjaan mendekati deadline itu yang tidak ada perubahan sama sekali sejak aku membuka dan mulai mengerjakannya tadi pagi. Seketika mood bekerjaku hilang…keseeeeellll….aku nangis, panik, aku menyalahkan diriku sendiri dan (maafkan aku ya Allah), pada akhirnya aku menyalahkan-Mu juga……dalam hati….”Hanya satu file itu ya Allah yang aku butuhin saat ini, tapi kenapa Engkau malah tidak menyelamatkannya???? Hanya satu file itu…..”
Astaghfirullah….
Betapa kurang bersyukurnya aku…..waktu laptopku mulai bermasalah, aku meminta….”Ya Allah…semoga semua file-ku baik-baik saja”, dan ketika mendapati kenyataan bahwa ada satu file hilang, aku cuma bisa menyalahkan Allah.
Harusnya aku tetap bersyukur kan? Hanya satu file yang hilang, walaupun file itulah yang urgent untuk saat itu, hanya satu, diantara ratusan file…..tapi aku masih menyalahkan-Nya.

Kasusku tentu tidak seberat Asti yang harus kehilangan seorang Ibu selama-lamanya. Tapi contoh-contoh kecil yang kualami cukup mengingatkanku betapa kurang syukurnya aku pada kebaikan Allah.
Aku belajar satu hal, bahwa kehilangan apapun yang kita rasakan, kehilangan keluarga, kehilangan harta benda, kehilangan pekerjaan, atau kehilangan hasil kerjaan tidaklah sebanding dengan pemberian dan kebaikan Allah selama ini.
Allah pasti menggantinya dengan kebaikan lain yang lebih banyak.
Hanya tinggal bagaimana kita menyikapinya. Bersyukur? Atau malah bersungut-sungut?

Alhamdulillah….terima kasih Allah tidak menyelamatkanku file-ku itu tempo hari, sehingga aku menjadi orang yang berpikir.