Curhatanku di Milis KAMUS FE 2004…
Ga ada salahnya aku share juga disini…

***

Assalamu’alaykum….

Sedang merindukan masa-masa di kampus bersama orang-orang yang senantiasa…
mengembangkan senyumnya untuk saya…
mengucapkan salam dan mendoakan saya…
menjabat tangan dan memeluk saya….
membuat saya merasa sebagian beban di hati berkurang, karena tau….
ada saudara2 se-IMAN yang selalu mengingatkan saya dengan CARA YANG BAIK,
yang TIDAK MENYAKITI HATI,
dengan rangkaian kata yang MENYEJUKKAN HATI.

Wuihh…ada beberapa frase yang di-CAPITAL tuh??

Karena memang, penekanannya ada pada kata2 tsb.

Kok tiba2 jadi mellow gini???

Hahaha..seandainya ini bukan di kantor, bukan di hadapan rekan2 kerja lainnya, mungkin saat ini saya udah nangis…sesenggukan (hehe lebayyy),
mendapati betapa jauh rasa nyaman (seperti yang saya rasakan di kampus) itu dari saya, disini, saat ini.

Dari dulu…saya ngerasa ga pernah beda2in orang dalam pergaulan. Saya terbiasa dengan lingkungan yang majemuk,
dimana…
bukan ISLAM saja agama mereka,
bukan SUNDA saja bahasa mereka,
bukan UNPAD saja kampus mereka,
bukan AUDITOR saja profesi mereka..heheheh

Saya memperlakukan siapapun dengan standar RAMAH yang sama….
dan berusaha memperlakukan mereka, sebaik mungkin, sebagaimana saya ingin diperlakukan dengan baik oleh mereka.

Ketika mengingatkan teman yang salah atau lupa pun,
sebisa mungkin saya menggunakan kalimat2 RAMAH yang membuat mereka mengakui kesalahannya, tanpa membuat mereka SAKIT HATI.

Dari dulu, temen2 akhwat tau, betapa pelupanya saya…
Sangat pelupa, bahkan lupa, “Apakah kamar kost saya sudah terkunci?”, padahal baru beberapa meter kaki ini melangkah keluar dari pagar kost.
Itu saya akui sebagai kelemahan saya, tapi dalam hati saya selalu bertekad untuk mengatasinya.
Beruntunglah, karena di kampus saya memiliki sangat banyak orang yang mensupport saya…
Tapi, saya kehilangan ‘sangat banyak orang’ itu saat ini…
Sangat banyak orang di tempat ini sekarang, tapi tidak ada satupun yang menjadi ‘sangat banyak orang’ bagi saya…
Semuanya hanya memikirkan diri sendiri dan perasaan mereka sendiri…
saling sikut…saling membicarakan…saling tidak peduli….bahkan terhadap perasaan orang lain…

Maka, saya harus sangat terbiasa, ketika ada seseorang yang dengan kencangnya berbicara, “Lo pikun banget sih…kan flashdisknya udah gw kasih kemaren….”
di hadapan staf2 lain di ruangan ini….
seolah ingin membuka semua aib saya….seolah ingin mengumumkan kepada dunia (lebayyyy yang kedua hari ini hehe), betapa PIKUN-nya saya!!!
Sakit……padahal dulu, saya ga pernah ngerasa sesakit ini, ketika teman2 akhwat mengingatkan….”Putskiii….dasar Neng Kuuuunnnn..”.
Karena saya tahu, ada cinta di setiap kata dan tindakan teman2 buat saya…

Pada akhirnya, kembali…..harus saya yang mulai introspeksi diri.
Saya menyalahkan teman saya yang menegur saya terlalu KASAR…
di sisi lain…
Saya menyesali diri saya yang terlalu PELUPA…

Udahan curhatnya…hehehe….

I Love U Full…..!!!! HAHAHAHAHA (Mbah Surip Mode: ON)