Haha…tentu saja disini kita tidak sedang membicarakan blackberry kan?
Lagian blackberry siapa yang akan kita bicarakan sementara aku ga punya.
Hmmm…teringat satu buku hitam yang aku beli dengan gaji pertamaku.
Jangan berpikir terlalu rumit tentang frase ‘buku hitam’ itu. Aku menyebutnya seperti itu hanya karena buku itu memang benar-benar berwarna hitam.
Apa yang istimewa?
Karena buku itu adalah diary-ku yang ke 5.
Awalnya, aku bilang pada buku itu….”Nanti kamu tak ceritain kisah-kisah pribadiku ya…dimana hanya aku, kamu, dan Allah yang tahu…”.
Hah…untungnya aku tidak sampai hati menceritakan kisah itu…”Tragis!”, komentar sepupuku.
Ya…walaupun pada akhirnya aku tak pernah mengisi buku itu, sampai tadi malam aku ingin menuliskan mimpi-mimpiku disana.

Terinspirasi oleh video tentang seseorang yang menuliskan mimpi-mimpinya, dan satu per satu mimpi itu pun terwujud.
Dan teringat pada beberapa peristiwa di masa lalu dimana mimpi-mimpiku terwujud karena aku menuliskannya.
Aku pernah menulis besar-besar di kertas yang kutempel di dinding kostan targetku selama 1 semester…semester 3 kalo tidak salah.
Disitu…aku menulis…salah satunya…
Minimal IPK yang ingin kucapai di semester tersebut.
Hmm…saat menuliskannya, IPK-ku memang sedang dalam masa terpuruk, meluncur bebas sampai ke angka mendekati 3,00, karena selama 3 minggu aku ga bisa mengikuti kuliah dengan baik, gara-gara sakit demam berdarah dan sakit hati…hahahaha. Curcoooollll….
Dan banyak mimpi lain yang kutulis sebagai target di semester tersebut.

Secara kebetulan, kertas yang kutempel itu tepat berada di arah kiblat sehingga setiap selesai shalat aku bisa dengan langsung melihat mimpi-mimpiku di tembok, dan pada saat itu pula aku bisa langsung berdoa sama Allah agar memudahkanku meraihnya.
Dan…aku percaya akan kekuatan doa, kekuatan usaha, kekuatan mimpi, karena satu per satu mimpi yang tadinya hanya tertulis di atas kertas itu pun menjadi kenyataan.

Itulah saat-saat dimana aku merasa sangat dekat dengan Allah, dan menyadari betapa Allah menyayangiku.

Hari ini…..aku semakin sulit merasakan sensasi itu….aku merindukanNya…