Lupa…….

Itu penyakit bukan????
Haiiihhhh…ternyata ada juga pembahasannya disini.
Tapi eh tapi, benarkah sifat pelupaku ini penyakit? Atau hanya teledor? Atau cuek? Atau lalai? Karena yang biasanya ‘kulupakan’ adalah hal-hal kecil yang kadang tidak menjadi perhatianku. Hanya sekilas lalu….

Pelupa…….

Salah satu sifatku yang kuingat ketika seseorang bertanya, “Apa kelemahanmu?”.
Lupa naroh kunci, lupa ngunci pintu, lupa nama orang itu, lupa mesti ngapain, lupa dimana, lupa kapan, lupa siapa, lupa apa-apa….
Tidak separah itu, kadang lebay itu memang indah….hehehe (Apa’e yang indah??? Heran gue…)
Tapi, aku memang pelupa, dan tentu saja selalu berusaha untuk mengatasi kelemahanku ini.

Tau ga? Tadinya kalimat diatas hanya berakhir pada kalimat aku memang pelupa. Tapi aku memang……. – disambungkan dengan kata pembelaan apapun – adalah salah satu kalimat yang tidak aku sukai, yang juga pernah diucapkan seseorang kepadaku.
Aku pernah mengenal seorang teman yang hampir semua kacamata temannya menilainya sebagai egois, bossy, dan tidak ramah.
Ketika seseorang mengkritiknya, jawaban dia hanya, “Aku emang kayak gini…”
Hey…itu bukan jawaban. Hanya pembelaan yang tidak beralasan.
Tidak semua orang bisa menerima kita apa adanya seperti halnya kita yang kadang (atau sering?) tidak menerima orang lain apa adanya.
Maka ketika ada orang yang mengatakan, “Kamu pelupa Put”. Maka, aku akui, “Aku memang pelupa…”, tapi tentu saja, aku terus berusaha untuk tidak jadi pelupa.

Dan aku banyak belajar mengatasi lupa sejak bekerja.
Ketika banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan dengan instruksi lisan dari senior, sebisa mungkin aku memperhatikan setiap petunjuk yang kadang hanya sekilas itu. Dan, ternyata aku bisa. Sampai aku menyimpulkan bahwa aku lupa karena aku tidak memperhatikan. Aku lupa karena tidak ingin mendengarkan.
Sekaligus introspeksi juga kan? Betapa seharusnya kita lebih sering mendengar daripada berbicara karena Allah telah memberi kita sepasang telinga dengan hanya satu mulut.

Maka, apakah kamu pelupa Put?
“Tidak…selama ini hanya aku hanya kurang mendengarkan”