Dapet forwardan email dari temen sekantor….
Halah-halah…tips-tips yang aneh dan menyesatkan…mohon JANGAN DICOBA!!!!

Tips Non-Teknis

1. Tempatkan auditor di ruangan yang AC nya sangat dingin atau ngga pakai AC sama sekali.
Memang terlihat kejam. Tapi apa boleh buat, anda harus membuat auditor susah konsentrasi dan ngga betah sehingga jadi pengen buru-buru pull-out (balik ke kantornya)

2. Cicillah data dan dokumen yang harus anda berikan ke auditor secara bertahap
Ini satu trik supaya auditornya ngga punya banyak bahan untuk nanya-nanya lebih jauh. Cara terbaik adalah, kasih data-data umum dulu, baru yang lebih detil. Tanpa rincian detil auditor bakalan bingung mau cek-kroscek apa. Kalopun auditornya nanya soal yang detil, anda bisa jawab, “Oh, kita punya data rinciannya Pak, tapi lagi disiapin sama staf saya.” Paling bagus kalau data yang berpotensi dicecar pertanyaan auditor dikasih pas hari terakhir penugasannya, jadi ngga sempat dianalisa lebih mendalam..hehehe.

3. Jangan memberikan nomer HP pribadi anda
Kecuali anda naksir sama auditornya, jangan pernah memberikan nomer hp anda ke auditor yang lagi ngaudit kantor. Kalo auditor lagi minta dokumen atau ada yang mau ditanyain ke anda, mereka akan menguber anda dengan segala cara.

4. Usahakan pulang tenggo dengan berbagai alasan
Auditor umumnya mengidap penyakit workaholic kronis, baik itu bawaan orok atau tuntutan profesi. Jika anda ngga berbakat lembur atau tinggal jauh dari kantor, buatlah alasan serasional mungkin ketika anda pulang tenggo, misalnya mau ikut ronda di kelurahan atau lagi ikut kursus bahasa mongolia kelas malam.

5. Jangan nongkrong di ruangan auditor > 5 menit atau sekalian ajak ngobrol ngalor ngidul
Kalau anda ngga menguasai semua permasalahan keuangan kantor anda, jangan berlama-lama duduk bersama auditor karena anda secara ngga sadar sedang dijadikan narasumber. Kalo jawaban anda bener sih ngga masalah. Kalo salah? Bos anda bisa ngamuk-ngamuk pas dikonfirmasi sama auditor. Atau sekalian minta rekan kantor anda yang ngga ada hubungan langsung dengan penugasan audit, katakanlah sekretaris di kantor anda, untuk duduk dan ngobrol macam-macam tentang cuaca, gosip artis, sepakbola atau apapun dengan auditor. Pilihannya kalo ngga si auditor ikut larut dalam pembicaraan ngga penting atau mereka kehilangan mood untuk melanjutkan pekerjaannya pada hari itu. Auditor ngga akan tega untuk mengusir sang sekretaris dari ruangan mereka, apalagi kalo mbaknya cakep :)

6. Letakkan mesin fotokopi, fax atau dispenser di tengah-tengah sekelompok karyawan
Ini dilakukan semata-mata agar si auditor sungkan kalo mau bolak balik motokopi atau ngambil air minum isi ulang (ya iyalah…dipelototin sekian pasang mata ketika bolak balik ngerjain sesuatu biasanya menimbulkan efek kapok bagi yang bermental lemah ).

7. Berusahalah untuk terlihat sangat sibuk
Tujuannya sama dengan poin nomer 6.

8. Gunakan kata-kata yang menjatuhkan mental si auditor
Kalimat seperti “oo.. jadi adek ini lulus kuliah tahun 2008? Cilik yo…” atau “dek, aku udah membuat laporan keuangan ini sejak kau masih SD” umumnya akan membuat si auditor tertekan dan cenderung jadi sangat berhati-hati kalo nanya atau minta data biar ngga dibilang masih anak bawang. Tips ini hanya berlaku terhadap auditor baru yang fresh from the college. Auditor dengan pengalaman ngaudit > 3 tahun biasanya udah imun terhadap trik ini.

Tips Teknis

1. Berani berkata ‘tidak tahu’, ‘udah lupa’ atau kalimat menyangkal lainnya
Tips ini terinspirasi dari jawaban-jawaban para tersangka kasus korupsi di Indonesia yang cari aman dengan kata-kata dan kalimat menyangkal itu. Hasilnya bervariasi. Kadang auditor manggut-manggut sambil nulis-nulis sesuatu di laptopnya atau mereka akan minta pejabat lain yang lebih tinggi pangkatnya untuk menjawab pertanyaan anda. Yang penting anda terlepas dari stress untuk sesaat kan?

2. Jawab pertanyaan auditor dengan berbelit-belit dan tidak fokus
Tips ini juga terinspirasi dari jawaban tersangka kasus korupsi dan hanya berlaku terhadap auditor baru. Auditor berpengalaman umunya ngga mau mendengar penjelasan berbelit-belit. Mereka akan mengganti pertanyaan menjadi pernyataan, dan hanya meminta anda menjawab ya atau tidak, benar atau salah. Kalau dah begini, kembali ke tips teknis #1

3. Operlah bola setiap kali anda terdesak
Katakan “ntar langsung tanya sama bos saya aja, pak” atau “itu yang bikin rincian piutangnya lagi cuti pak” atau “saya cuma disuruh ngeprint aja pak, ngga ngerti detilnya dari mana” untuk pertanyaan-pertanyaan audit yang memojokkan anda. Ibarat permainan sepakbola, kalo kantor anda lagi diaudit, mainkanlah peran sebagai playmaker yang tetap menggiring bola kalo keadaan aman dan langsung ngoper kalo dah terdesak lawan. Hehehe… toh Steven Gerrard jauh lebih ngetop di bandingkan Bambang Pamungkas kan? *analogi asal-asalan*

Disclaimer

1. Tips ini tidak disarankan untuk anda yang sedang menyembunyikan kejahatan dari pemeriksaan auditor. Jika itu yang anda lakukan, saya sarankan anda menyerahkan diri kepada yang berwajib dalam waktu selambat-lambatnya 2×24 jam.

2. Tips ini tidak ditujukan untuk merendahkan atau menjelek-jelekkan suatu profesi tertentu. Tips ini saya persembahkan untuk teman-teman auditor dan teman-teman teraudit yang punya kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita tidak saling merepotkan…=)