Malam ini diadakan pendeklarasian cawapres pendamping Pak SBY pada Pilpres 2009 di Sabuga, Bandung.
Heboh beneeerrrrr…..
Begitu buka kompas, detik, tempo, bahkan forum diskusi isinya kebanyakan membahas acara tersebut, termasuk siapa aja yang diundang, perwakilan dari partai politik mana aja yang datang, sampai ke hal-hal yang remeh temeh, seperti warna dan model baju seperti apa yang dikenakan oleh Pak SBY dan keluarganya. Eh ada lagi yang lebih remeh, yaitu harga jahit baju yang dikenakan SBY malam ini, jenis bahan, dan penjahitnya sekalian. Hahaha…ga percaya? Buka aja detik.
Tapi disini (tentu saja) saya tidak akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan acara tersebut, karena sudah terlalu banyak orang yang membahasnya di situs-situs diatas, mungkin juga di situs-situs lain yang belum sempat terjelajah, saya hanya terpancing untuk menulis ketika mendengar kata BANDUNG sebagai tempat yang dipilih SBY sebagai kota dideklarasikannya beliau menjadi Capres.

Yang langsung terlintas di benak saya ketika mendengar berita itu adalah, “Waw…bakal semacet dan seramai apa Bandung malam ini?”. Di akhir minggu seperti ini, acara ‘seheboh’ itu (kalo bisa dibilang heboh) diadakan di gedung yang juga tidak terlalu jauh dari ke-Gubernur-an, hotel yang dipilih oleh rombongan SBY pun adalah hotel di Jalan Dago yang merupakan salah satu jalan yang ramai dikunjungi orang saat hari biasa apalagi weekend tiba, dan tamu-tamu yang diundang pasti menambah kontribusi kemacetan di Kota Bandung, belum lagi membayangkan akan ketatnya pengamanan bahkan mungkin sampai berkilo-kilo meter dari tempat acara berlangsung.

Jadi ingat acara kunjungan SBY ke kampus saya sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu saya masih nge-kost tidak jauh dari kampus, bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari 10 menit (dengan catatan langkah panjang dan tidak leha-leha….), maka sangat terasa suasana persiapan penyambutan Sang Presiden yang dalam beberapa hal menyulitkan aktivitas kami di kampus.
Kebetulan saat itu acara berlangsung pada hari Minggu, dan praktis semua kegiatan kampus yang kebetulan dijadwalkan pada hari itu pun ditiadakan.
Pengamanan sangat ketat. Ketika pagi itu saya hendak ke ATM kampus untuk mengecek kiriman orangtua, saya ‘disambut’ oleh entah berapa truk anggota kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar monumen perjuangan rakyat Jawa Barat di seberang kampus. Pemandangan yang lebih ‘mengerikan’ saya saksikan di sekitar kampus saya, di sekelilingnya banyak anggota TNI berjaga-jaga siaga dengan senjata mereka yang (mungkin) sewaktu-waktu bisa menyalak apabila dibutuhkan.
Yang lebih tidak mengenakkan adalah karena pada hari itu saya menjadwalkan jalan-jalan ke daerah Jalan Merdeka, yang mana bisa ditempuh dengan satu kali angkot dari depan kampus sampai ke depan tempat tujuan.
Tapi ‘gara-gara’ ada acara itu, semua angkot yang melalui jalan depan kampus saya diubah jalurnya untuk sementara waktu, dan saya terpaksa berjalan beberapa ratus meter sampai menemukan angkot yang dimaksud, sejauh itu pun saya masih berpapasan dengan para anggota kepolisian dan TNI yang berjaga-jaga lengkap dengan senjata mereka.
Maka ketika mengetahui hari ini diadakan acara yang melibatkan Pak SBY di Bandung, bahkan banyak petinggi negara dan perwakilan partai politik yang datang, saya langsung membayangkan betapa…betapa…betapa…ah entahlah…
Yang pasti saya berharap semoga sopir-sopir angkot tidak kehilangan kesempatan mendapatkan rejekinya hanya gara-gara para penumpangnya membatalkan niat untuk keluar rumah gara-gara ada acara di Sabuga itu, semoga para pedagang makanan yang berjualan di sepanjang Jalan Juanda (yang pasti dilewati oleh rombongan SBY dari Sheraton menuju Sabuga) tidak di’usir’ malam ini gara-gara orang nomor 1 di Indonesia itu mau lewat, semoga…..Bandung tidak macet…Hahaha…kalo ini harapan yang dengan yakin saya katakan ‘sia-sia’, kalaupun macet semoga masyarakat Bandung tidak ada yang dirugikan dengan kemacetan dan kesulitan mendapatkan kendaraan umum gara-gara adanya acara dalam rangkaian pemilihan PEMIMPIN BANGSA ini.

Pertanyaannya sekarang adalah….
Berapa banyak kata ‘gara-gara’ dalam postingan saya di atas??? Hahahaha….
Semoga bukan gara-gara SBY-Boediono saya jadi menulis postingan tidak jelas seperti ini.