Aktivitas ‘penting’ selain bekerja yang bisa dilakukan di kantor adalah bercakap-cakap dengan teman sekantor melalui STC (Sametime Connect).
Tapi…para pengguna STC yang menggunakan STC untuk mengobrolkan hal-hal yang ‘penting’ harus belajar satu hal tentang “Mengontrol Ekspresi”.

Lebih jelasnya, adalah dengan contoh:

Si Aku adalah seorang staf grade 1 yang duduk persis di depan seorang staf grade 2.
Si Aku akhir-akhir ini sering merasa bosan di tengah-tengah jam kerja, maka pada akhirnya…dia sering menyapa teman-temannya lewat STC, termasuk teman yang duduk persis di sebelahnya, yang hanya berjarak kurang dari setengah meter di sebelah kirinya.
Kadang-kadang….dia pun mengaktifkan yahoo messenger atau facebook di HPnya…berharap bisa bertemu temans lain di luar sana. Tapi kelemahan menggunakan alat ini adalah, terlihatnya aktivitas ‘penting’ yang kita lakukan.

Dan…STC pun bukan tanpa kelemahan yang menyulitkan. Si orang dengan obrolan ‘penting’ di STC harus pintar-pintar mengontrol ekspresi, atau lebih tepatnya mendatarkan ekspresi. Mau ngobrol tentang apapun, ekspresinya harus tetap sama, yaitu ekspresi ‘Sok Sibuk’ kadang kalau perlu dengan sedikit mengerutkan kening agar tampak sedang berpikir.
Yang susah adalah ketika kita terpaksa harus mengetikkan kata, “Hahahaha….” atau “Wekekekeke…” atau “Wakakaka…” atau ungkapan ketawa ngakak lainnya dengan tetap mempertahankan ekspresi datar. Rasanya……..tersiksa banget!

Tapi si Aku tak pernah kapok. Dia terus belajar, dan semakin hari semakin pandai saja dia menyembunyikan ekspresi (ngakak). Bahkan ilmu kebatinan (maksudnya ilmu ketawa dalam batin) pun telah dikuasainya.

Yah begitulah…sepenggal kisah Si Aku – Staf yang Kadang Suka Malas-Malasan –