ASMI?

Beberapa bulan yang lalu aku mulai mengenal nama baru itu, saat seniorku bilang,

“Nanti kalo mau ke klien dari Benhil bisa naik busway, transit di Harmoni, trus naik bus jurusan Pulogadung berhenti di halte ASMI, dari halte situ keliatan kok gedung kliennya”

“Ya…ASMI”, ulangku dalam hati, mencoba menjejalkan kosakata baru itu di otakku yang sudah penuh dengan ingatan-ingatan pendek.

 

Di hari berikutnya….

“Akhirnya sampai juga….halte ASMI”. Ternyata ASMI itu bukan nama suatu wilayah. Di satu sisi jalan berseberangan persis dengan halte busway, ada gedung bertingkat entah berapa lantai yang didominasi warna ungu, di atas pintu masuk gedung itu tertera tulisan besar-besar berbunyi, “A S M I”, tanpa ada keterangan tambahan, apa kepanjangannya.

“Ooohh….nama kampus.” Kataku dalam hati, “tapi kepanjangannya apa ya?”, tanyaku (lagi-lagi) dalam hati.

 

Keingintahuanku tentang ASMI dan kepanjangannya terlupakan begitu saja dengan berlalunya waktu, walaupun setiap hari tulisan besar-besar berbunyi ASMI itu selalu menyambutku di luar halte busway.

Sampai akhirnya tadi pagi, “Udah hampir 4 bulan, dan aku belum tau, apa kepanjangan ASMI.” Aku kembali bertanya-tanya dalam hati.

 

Aku mencoba menebak-nebak….

 

ASMI ya?

 

“Aku Suka Makan Indomie”….ah tidak mungkin ada orang membangun sekolah hanya untuk mencetak para ahli makan mie.

 

“Air Susu maMI” Hm…mungkin ini sekolah khusus para ibu muda yang baru punya bayi.

 

“Ayah Sedang Memancing Ikan”, Hahaha…malah jadi teringat pelajaran Bahasa Indonesia zaman kelas 1 SD dulu. Ketika guru menginstruksikan, “Buatlah sebuah kalimat lengkap dengan SPOK!”, maka serta merta para murid membuat kalimat yang diawali dengan Subjek berupa nama orang, atau nama sapaan kepada seseorang, plus Predikat berupa kegiatan yang umumnya dilakukan orang tersebut dan Objek, serta sebuah Keterangan tempat atau waktu. Sesederhana itu.

 

Lalu…aku mulai memikirkan kepanjangan yang lebih masuk akal.


“Akademi Seni Musik Indonesia”….tapi kok di beberapa kesempatan aku melihat mahasiswa sana menggunakan seragam layaknya praja IPDN. Adakah sekolah musik yang sekaku itu?

 

Di kesempatan yang lain aku pernah melihat kata “MARITIM”  di sebuah spanduk yang dipasang di depan kampus, maka aku sempat menyimpulkan ASMI adalah Akademi Seni Maritim Indonesia…tapi mengapa harus ada kata “SENI”nya? Terdengar kurang pas.

 

“Tidak menunggu diberi tahu…tapi aktif mencari tauuuu”….

Pesan dalam salah satu lagu TN kembali terngiang-ngiang…..aku masih penasaran dan masih mencari tau.

 

Akhirnya aku mulai bertanya ke orang-orang.

“Tau kepanjangan ASMI ga?”

“Ngga tau…”, sahut temanku

“Bukannya yang maritim-maritim gitu ya?”, yang lain balik bertanya.

“Terus S-nya singkatan dari apa?” Aku semakin bingung.

“Kalo yang maritim itu AMI, kampusnya itu tepat di belakang ASMI”, seseorang yang lain menimpali.

 

Terjawab satu pertanyaan….ASMI ga ada hubungannya sama ilmu maritim, apalagi seni maritim.

 

“Jadi kepanjangannya apa?”, aku mengembalikan percakapan pada topik utamanya.

“Ngga tau deh….”, sama aja.

 

Akhirnya….

Aku cari di google dengan beberapa kata kunci….

Tidak berhasil…aku mencoba search dengan kata kunci lain….

Bahkan setelah masuk ke situsnya pun aku belum juga berhasil menemukan kepanjangan ASMI. Aneh.

 

“Ya ampun Put…niat banget ampe nyari di google?!?!”, kata temanku.

“Ga apa-apa…pengen tau aja”, kataku datar. Memang, aku sangat ingin tau.

 

Cari dan cari….dan….yak….nemu juga…..

“Ooooohhhh…..Akademi Ilmu Sekretari dan Manajemen Indonesia”, oooooooooooohku panjang, diikuti ooooooh-oooooooh yang lain dari teman-teman.