Kemarin Bapak tepat berusia 56 tahun. Secara resmi, kemarin Bapak pensiun dari BUMN tempatnya bekerja. Sedangkan, sebagai pegawai negeri, Bapak sudah pensiun sejak beberapa tahun yang lalu.

Bapak sakit. Kata Mamah udah seminggu terakhir Bapak sakit, demam, batuk-batuk, tapi ngga mau ke dokter,”Kayak anak kecil…disuruh ke dokter ngga mau”, kata Mamah.

Bapak terlihat tua. Uban hampir merata di seluruh bagian rambutnya. Walaupun jarang sekali Bapak sakit, aku khawatir. Tapi Bapak dan Mamah (yang hari itu juga sakit) masih sempat mengantarkanku ke stasiun waktu aku mau kembali ke Jakarta.

Perjalanan kembali ke Jakarta hari ini lebih lama dari biasanya. Akhir dari long weekend sejak hari Sabtu sampai hari Senin ini membuat lalu lintas di Tol Cipularang padat merayap. Di tengah perjalanan tol aku terbangun. Aku merenung, melamunkan kembali apa yang telah kukerjakan di Bandung selama 2 hari terakhir. Lamunanku sampai pada Bapak dan Mamah. Kedua-duanya sakit, kedua-duanya sudah terlihat semakin tua. Tak terasa….aku tersedu. Dalam lirih aku berdoa,”Ya Allah….izinkanlah aku membahagiakan mereka. Jangan kau ambil mereka sebelum sempat aku mengantarkan mereka ke Tanah Suci, sebelum sempat mereka melihatku menggenapkan dien, sebelum sempat mereka melihatku menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain….sebelum sempat….sebelum sempat….”, aku semakin tersedu ketika tiba-tiba sekelebat bayangan tubuh dingin terbujur kaku melintas begitu saja dalam pikiranku.

Allah…jangan ambil mereka sebelum sempat…………………………………………..