Udah ada beberapa teman (cuma dua orang sih…hehehe…pake kata ‘beberapa’ biar terkesan banyak yang merhatiin ajah…huks3. Kacian nih, cewek kuper, alias kurang perhatian), mengomentari status-ku di messenger, “Allah…biarkan waktu berhenti sejenak…” (sama kayak judul postinganku sebelumnya)

 

“Capek ya…Sabar ya Bu…”, kata Tetu

 

“Lagi ada masalah ya?”, kata Adarie

 

Iya…aku capek.

 

Sering aku mengkhayalkan, sesuatu yang tidak mungkin, aku punya kekuatan seperti Hiro, Si Penghenti Waktu di serial Heroes (Haduh…kebanyakan nonton film fiksi nih).

Maka ketika aku mulai tidur, akan kuhentikan waktu, sampai aku benar-benar puas, barulah waktu kubiarkan bergerak kembali.

Ketika aku dapet posisi duduk PW di busway, akan kuhentikan waktu, sampai aku siap turun dan jalan agak jauh dari halte busway menuju klien.

Ketika tiba weekend, akan kuhentikan waktu dan akan kunikmati weekend sepuas-puasnya. Tidur, jalan-jalan…..pulang ke Bandung.

Tapi seandainya aku bisa menghentikan waktu, maka aku tidak akan berpindah dari satu titik waktu tertentu, karena semua hal dapat terpuaskan hanya dalam hitungan saat.

Terima kasih Allah, tidak ada kekuatan seperti itu di dunia, sehingga aku bisa lebih menghargai waktu.