Hari ini, SABTU, 7 Februari 2009, aku LEMBUR lagihhh!!!

LEMBUR…kata dengan dua suku kata, sama dengan kata LIBUR yang juga punya dua suku kata. Ternyata mereka bersaudara, masih berasal dari marga yang sama yaitu BUR. Ada kemungkinan juga mereka kembar, melihat kemiripan nama depan mereka, si LEM dan LI (Ga mirip sih…tapi setidaknya sama-sama diawali dengan huruf L, hehe…maksa!).

Dua orang bersaudara yang memiliki karakter yang sangat berbeda, bahkan bertolak belakang.

 

Si LI, yang senantiasa diharapkan kehadirannya, selalu menjadi primadona bagi siapapun yang lelah dengan rutinitas sehari-hari. Setiap orang bebas berekspresi pada si LI. Seolah-olah, setiap orang mendapat kemerdekaannya jika bersama si LI. Bagaimana tidak dikatakan merdeka, jika pada saat bertemu LI, kita bebas melakukan apapun tanpa terikat jadwal. Bebas bangun jam berapapun, bebas mau mandi atau ngga (Upps…pengalaman pribadi nih), bebas mau kencing berdiri atau berlari (kok mirip-mirip peribahasa?!), pokoknya bagi orang kerja (dalam hal ini bekerja sebagai EMPLOYEE), hari libur adalah segala-galanya (Benarkah?)

 

Lalu bagaimana dengan Si LEM? Dia bukan teman yang baik, kupikir. Karena mengajarkan kita untuk pamrih. Bagaimana tidak, si LEM berani membayar uang tambahan dengan tariff per jam kepada siapapun yang mau menemaninya. Dan satu alasan lagi yang membuat aku (sebenarnya) tidak ingin berteman dengan si LEM. Dia licik. Walaupun dia mengambil jatah libur dan istirahat orang-orang kerja, dia hanya mau membayar orang-orang itu setelah melewati jumlah jam tertentu dari jam kerja normal. Si LEM emang nyebelin….licik….kotor….jahaaaaaaaattttt!!!! Aku benci LEM!!!! (Ungkapan yang keluar dari hati yang paliiiinngggg dalaaaammmm)

 

Fiuhhh….

 

That’s why…..(kata-katanya nggantung….ga jadi ah)