Sore ini sepulang lembur aku belanja makanan dan cemilan di supermarket di Plaza Semanggi. Tertarik juga melihat jeruk, mengingat betapa minimnya asupan vitamin buah-buahan yang masuk ke tubuhku. Di sebelahku, ada dua orang ibu yang juga sedang memilih jeruk. Terus salah seorangnya bertanya (retoris) kepada seorang yang lain, “Boleh dimakan ngga ya?”. Tentu saja kalau dia mau jujur pada hatinya, tanpa bertanya lisan pun dia sudah tahu jawabannya. Jeruk-jeruk itu untuk dijual bukan? Bukan untuk dicoba di tempat. Si orang yang ditanya malah menjawab, “Boleh aja…….kalau ngga ada yang ngelihat” sambil sedikit berbisik. Seketika aku langsung menoleh pada si Ibu Penjawab. Dan seketika itu pula aku malu, melihat si Ibu itu ternyata berkerudung. Dengan sedikit niat ingin mencoba, dan kalimat si Ibu Penjawab yang memantapkan pilihannya untuk mencoba, dengan malu-malu (Jelas! Terlihat bagaimana dia berusaha menyembunyikan tangannya yang mengupas jeruk) si Ibu Penanya pun memakan jeruk itu.

 

“Oh Ibu, andai kau menyadari bahwa saat itu Allah sedang memperhatikanmu…..”