Hu..hu…aku tergoda oleh kemolekan buku-buku ituh…

Buku-buku yang terpajang manja di ruang Gramedia-Kompas Book Fair di Istora.

Emang berniat beli buku sih, buku apapun yang menarik perhatianku, ternyata ada banyak buku yang menarik minatku, dan belanja bukuku jadi melebihi anggaran yang kusediakan.

Ngga apa-apa….buku-buku itu bukan expenses kan?

Kalo di neraca pribadiku, aku masukin belanja buku sebagai Investasi Sepanjang Hayat…bahkan umur manfaatnya bisa lebih dari sepanjang hayat, kalau kita bisa mengaplikasikan pesan-pesan baik dalam buku menjadi bentuk ibadah.

Trus, buku-buku apakah yang aku beli…..

Ini dia……

 

Incest (I Wayan Artika)….tertarik beli setelah baca tulisan di sampul belakangnya.

 

“Novel ini terpaksa dihentikan publikasinya di Bali Post lewat cerita bersambung, karena telah dianggap membawa berita aib pada masyarakat Bali. Keberanian mengungkap peristiwa Incest telah memicu terjadinya ‘pengadilan’ penulis………………………

Membaca novel ini seperti menyaksikan panorama Bali yang tak seindah matahari terbit di Pantai Kuta. Di balik keindahannya, terungkap ketentuan kuno bahwa bagi masyarakat Bali yang melahirkan kembar sepasang (laki-laki dan perempuan) dianggap membawa aib…………………”

 

Aku baru tahu lho ada hukum adat kayak gitu di Bali. Penasaran…dan ingin menemukan jawabannya di novel ini.

 

Emak…judulnya sederhana saja, EMAK. Novel karya Daoed Joesoef. Aku beli setelah membaca cuplikan ceritanya di sampul belakang,

 

“Kau lihat Akib”, kata Emak

“kemampuan-kemampuan diri adalah harta pribadi kita yang tidak kelihatan. Ia tersimpan di dalam pikiran dan perasaan, di akal dan hati kita masing-masing. Bila kita tidak menyadarinya, apalagi tidak mengolahnya atau tidak mengaktifkannya, tidak ada satu kekayaan pun di bumi ini dapat mengimbangi ketidakhadirannya atau ketidurannya itu.”

 

Bagus. Kita lihat nanti, pesan moral apa lagi yang ingin disampaikan si penulis novel ini.

 

Bumi Manusia (Pramudya Ananta Toer). Roman dengan isi cerita seperti apa sih yang dibaca teman-temanku itu sampai mereka merekomendasikan, “Baca deh Bumi Manusia, bagus!”

 

Filosofi Kopi-nya Dee….Jujur baru kali ini aku baca tulisannya Dee, setelah sekian lama yang lalu dia rajin menerbitkan novel-novel bagus, seperti Supernova. Bagus. Aku suka gaya bercerita Dee, bahasanya memang tidak sederhana tapi masih bisa ditangkap makna di setiap kata-katanya. Selalu ada pesan positif yang disampaikannya melalui cerita-ceritanya yang sangat menarik.

 

Kambing Jantan-nya Raditya Dika. Empat novel sebelumnya ‘terdengar’ agak berat. Jadi aku beli Si Kambing Jantan ini sebagai penyeimbang. “Blog pertama yang dibukukan” begitu katanya. Lumayan untuk melemaskan lagi otot-otot otak setelah membaca, melihat, dan mengerjakan banyak hal berat dalam hidup. Seperti Dika, menghadapi hidup dengan banyak kekonyolan di dalamnya ternyata asyik juga, asal kita menerimannya dengan ringan.

 

Sebenernya, kalau ada lebih banyak uang (“Andai a..a..a..a..a..ku jadi orang kaya…”, inget ngga? Itu lagunya Oppie Andaresta, yang populer waktu aku masih muda dulu. Sekarang beranjak tua, heu…heu…bukan saatnya berandai-andai, tapi harus bergerak mewujudkannya) dan ada lebih banyak waktu (waktu itu baru nyampe di Istora setelah maghrib, padahal book fair udahan jam 21.00) mungkin aku beli lebih banyak buku. Tapi sayang…..emang aku ngga punya banyak uang…hiks…hiks…walaupun banyak waktu, tetep aja ngga akan kebeli. Huks…huks…huks…huks…(nangisnya makin deres).

Dan tau ngga???? Aku baru tau pintu masuk Istora Senayan tuh bisa dari seberang kantorku…ha..ha..ha…”Selama ini kemana aja, Bu?!?!?”, begitu komentar temanku.

Ngga sempet merhatiin sih. Kalau kebetulan ke kantor (coz selama ini banyakan di klien), turun dari bus langsung buru-buru menuju BEI Building Tower II 7th Floor. Kalau pulang dari kantor, keluar dari BEI, ga sempet liat kanan kiri, depan belakang, atas bawah, langsung fokus pada tujuan akhir yaitu….kasur dan tempat tidur. Apalagi kalau pulang malam, ga keliatan deh ada gerbang masuk Senayan di seberang kantor.

 

Dan yang terakhir nih….kayaknya bulan ini aku harus nyiapin anggaran ekstra buat beli buku, mengingat semakin dekatnya acara book fair di JCC. Haduh….bisa ga tahan godaan lagi nih.