“Maka tentang kebaikan Tuhanmu, kabarkanlah” 

Satu penggalan kalimat dari buku ‘Catatan Hati di Setiap Sujudku’ yang melekat di benakku hingga sekarang, sekaligus menginspirasiku untuk mengabarkan begitu banyak kebaikan yang Allah berikan selama 23 tahunku hidup di dunia. Baik kebaikan yang kita terima begitu saja (tanpa usaha yang berarti), maupun kebaikan yang Allah berikan demi Mendengar doa-doa kita.

“Allah SWT itu Santun dan Pemurah, Dia merasa malu pada hambaNya, jika hambaNya mengangkat kedua tangannya memohon padaNya, kemudian membiarkan kedua tangan hamba itu kosong (tidak dikabulkan)” 

Duuuh….apa kita ga malu ga banyak beribadah sama Allah, sementara Allah aja malu kalo ga mengabulkan doa-doa kita???

Begitulah….buku itu menceritakan kekuatan doa. Permohonan kita kepada Allah membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang awalnya hanya ada dalam angan-angan menjadi kenyataan. Dan yang pasti, mengubah sikap pesimis menjadi optimis, karena yakin, terpenuhi atau tidaknya suatu keinginan, Allah akan tetap bersama kita, Menjaga dan Memelihara kita dari segala keburukan.

Dan aku pernah merasakan betapa dahsyat pengaruh doa yang kita panjatkan dengan sungguh-sungguh.

Sejak mengenal Tuhanku, aku mulai tahu manfaatnya berdoa. Menurutku, saat-saat berdoa adalah kesempatan yang sangat baik untuk meminta. “Walaupun Tuhanku ga keliatan, aku yakin, Dia pasti Mendengar doa-doaku, bahkan mengabulkannya”, batinku kala itu.

Duluuu….aku berdoa layaknya anak kecil merengek-rengek minta mainan. Tanpa basa basi.

Di suatu kesempatan, aku berdoa, “Ya Allah…..aku pengen jadi juara kelas, pliiisss!!!” , “Ya Allah berikan uang yang banyak sama Mamah & Bapak, biar aku bisa beli apapun yang aku butuhkan”. Ada juga doa paling konyol yang kupanjatkan ketika aku mulai mengenal suatu rasa mirip-mirip tai kucing rasa coklat, hehe, “Ya Allah…aku suka sama cowok yang duduk di bangku sebelahku, aku pengen dia jadi pacar aku”. Dan sampai sekarang doa itu tidak pernah terwujud. Allah memang Paling Tahu, apa yang terbaik bagiku 

Tujuh tahun yang lalu, ketika aku ingin sekali masuk SMA TN, setiap habis shalat, ada satu doa yang kuulang terus menerus, hanya satu kalimat sederhana berbunyi, “Ya Allah…semoga aku masuk SMA TN, Ya Allah…semoga aku masuk SMA TN….dst…dst”. Dan Allah mengabulkannya, Alhamdulillah. Bahkan selama beberapa hari setelah lulus TN pun, dengan latahnya sehabis shalat aku tetap berdoa “Ya Allah…semoga aku masuk SMA TN”.

Kemudian, empat tahun yang lalu, ketika aku pengen banget masuk Universitas Negeri, berulang kali sehabis shalat, aku memohon kepada Allah, “Ya Allah plissss…semoga aku lulus SPMB…”. Sejak sebulan menjelang pengumuman SPMB, tidak ada usaha lain yang bisa kulakukan selain berdoa. Aku merasa usahaku ga maksimal waktu SPMB. Gimana ngga ngerasa was-was, kalau keputusan mengikuti ujian IPC saja baru kuambil saat ngantri beli formulir SPMB. Tapi kupikir masih ada Allah yang masih Mendengar doa-doaku. Dan lagi-lagi Allah Maha Baik, aku masih diberi kesempatan kuliah di Universitas Negeri dengan biaya yang masih terjangkau oleh kedua orangtuaku.

Dan sewaktu kuliah, ketika aku pengen banget jadi asisten praktikum pun, hanya sebait doa sederhana yang kuucapkan setelah shalat, “Ya Allah…berilah aku kesempatan jadi asisten…”, begitu seterusnya berulang kali. Dan aku merasakan betapa baiknya Allah sama aku. Doa itu pun terkabul.

Di akhir masa-masa kuliah, aku memang berniat bekerja di KAP sebagai langkah pertamaku masuk dunia kerja. Hanya sekali-kalinya aku ikut tes masuk KAP (dimana sekarang aku bekerja), dan sisa usahaku aku pasrahkan kepada Allah lewat seuntai kalimat sederhana, lagi-lagi…”Ya Allah…berikan aku kesempatan bekerja di KAP ini…”. Hanya itu, dan Allah Maha Mendengar serta Mengabulkan permohonanku.

Ada satu hal yang kusesali di akhir masa kuliahku, yaitu ketika aku merasa semakin jauh dari Allah justru ketika aku sangat membutuhkannya. Waktu itu adalah minggu-minggu terakhirku sebelum menghadapi ujian sidang skripsi. Dan di saat-saat itulah justru aktivitas beribadahku kepada Allah hanya sekedar aktivitas wajib, itupun seringkali dilakukan dengan penuh ketidakkhusu’an. Tidak ada doa-doa khusus yang kupanjatkan demi kelancaran sidangku. Dan entahlah…aku merasa hal ini sangat dekat kaitannya dengan hasil sidangku saat itu. Hasilnya di luar harapan, bagiku sangat mengecewakan. Allah menegurku.  

Hikmah yang kudapat: Berdoalah…Insya Allah, Allah akan mengabulkannya. Kalaupun tidak dikabulkan, Insya Allah, Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, karena hanya Allah Yang Paling Tau, apa yang terbaik buat kita. Tapi, dikabulkan atau tidaknya suatu doa, doa-doa kita akan tetap memberikan kekuatan bagi kita untuk selalu berpikir positif dan optimis. Aku yakin itu. Ternyata USAHA itu berbanding lurus dengan DOA. Ketika kita memulai sesuatu dengan berdoa, maka kita akan mendapat kekuatan untuk lebih giat berusaha, terlepas dari bagaimana hasil usaha kita nanti, sesuai harapan atau tidak.