Salah satu barang yang ada di daftar belanjaanku hari ini adalah tas gitar. Barang ini memang sudah kurencanakan untuk kubeli sehubungan dengan keinginanku memboyong gitar ke Jakarta.

Aku memang ga mahir bermain gitar. Gitu-gitu ajah…hasil belajarku secara otodidak. Padahal, dulu sebenarnya aku punya kesempatan belajar banyak tentang gitar dan cara memainkannya. Aku berkenalan dengan gitar sejak kelas 1 SMP, ketika keinginan Aa untuk memiliki gitar dipenuhi oleh Mamah. Waktu itu, aku hanya sesekali saja memainkannya. Beberapa kunci dasar bisa aku mainkan, tapi “Gitarnya terlalu besar, jari-jariku terlalu sulit memainkan kunci-kunci tertentu”, begitu batinku kala itu, sekaligus sempat mengakhiri perkenalanku dengan gitar selama beberapa waktu.

Di SMA, seorang temanku ada yang memboyong gitar dari rumahnya ke asrama. Aku jadi sering meminjamnya, walaupun seperti yang kukatakan tadi, permainan gitarku yah..gitu-gitu ajah. Tapi…terima kasih buat Dai yang membuatku lebih menyukai gitar. Dialah yang pertama kali mengajariku membunyikan senar dengan dipetik, dan menurutku itu cara bermain gitar yang menyenangkan. Hingga pernah di suatu masa di tahun ketiga SMAku aku jadi agak sedikit keranjingan main gitar, walaupun seperti yang kubilang tadi…permainan gitarku masih gitu-gitu ajah.

Saat memasuki bangku kuliah…aku makin tertarik mempelajari gitar. Apalagi waktu itu kamarku bersebelahan dengan kamar cowok (2 tahun pertama kuliahku, aku kost di kost yang campur cowok-cewek) yang….wuih…keren deh….main gitarnya loh ya….bukan orangnya…hehe. Di waktu-waktu tertentu saat dia memainkan gitar, aku sengaja mengecilkan volume radioku (yang biasa kunyalakan 24 jam nonstop! Ini fakta lho…) demi mendengar petikan gitarnya yang menurutku keren bangeeeettt. Aku jadi makin tertarik pengen belajar main gitar. Beberapa kali aku berkesempatan meminjam gitar si tetangga sebelahku itu. Tapi ga bisa lama-lama….ga enak aja. Walaupun dia ga pernah minta balik, tapi tau diri lah…masa minjem lama-lama. Tapi…ya itu…permainan gitarku masih gitu-gitu ajah. Sebenarnya yang membuatku sangat ingin memiliki gitar adalah ketika suatu kali aku berkesempatan ikut latihan nasyid sama teman-temanku. Dengan suara pas-pasan, di bawah standar malah, aku memaksakan diri ikutan nasyid, karena keterbatasan personel saat itu. Salah seorang temanku, yang suaranya jauuuuhhh lebih oke dari aku terpaksa ga ikut nyanyi karena dia yang bertugas mainin gitar. Sempat dipertimbangkan, si dia harus tetap ikut nyanyi sambil main gitar, tapi….”Aku ga bisa nyanyi sambil main gitar”, katanya. Waktu itu beberapa temanku sempet melihatku bermain gitar, walaupun agak kacau. Teman-temanku terlalu berprasangka baik kalo aku bener-bener bisa main gitar dengan bener. Jadilah awalnya aku disuruh gantiin temenku yang bisa nyanyi n bisa main gitar itu untuk main gitar. Tapi karena keterbatasan waktu latihan pulalah, tawaran itu kutolak…daripada tim nasyid yang baru seumur cikur itu ancur….fatal kan. Hehehe…

Tapi melihat kemahiran temanku bermain gitar, lagi-lagi keinginanku belajar gitar muncul. Akhirnya 1,5 tahun lalu Mamah memenuhi keinginanku untuk memiliki gitar sendiri. Dengan adanya gitar di kostanku aku jadi lebih leluasa belajar main gitar. Tapi sampai sekarang permainan gitarku yah…masih gitu-gitu ajah…hehehe…

Seandainya ada kesempatan belajar main gitar dan teori-teorinya, suerrr…aku tertarik banget pengen ikutan. Ga ada kata terlambat untuk belajar kan?