“Ooohhh…sarjana akuntansi itu bisa jadi auditor ya? Kirain cuma bisa jadi orang accounting di perusahaan…”

Itu penggalan kalimat dari cerita temenku yang nyeritain betapa polos kliennya sampai keluar pernyataan di atas.

Aku yang dengerin cerita itu cuma bisa…”Gubrakszzz”

Ya..ya…ga salah kok…cuma mungkin si Mbak yang diceritain ini kurang begitu memahami kehidupan di dunia akuntansi, atau kurang gaul, atau karena berbagai alasan yang bisa diterima lainnya.

Suatu saat bisa juga aku bilang…”Ooh…kirain dokter itu kerjaannya cuma nyuntikin orang…” atau “Ooh…kirain tukang arsitek itu kerjaannya nggambar rumah doang…” (Tukang arsitek? Hehe..terinspirasi dari tukang insinyurnya si Doel) atau “Ooh…kirain sarjana pertanian itu kerjaannya ngebajak sawah…” …tapi ada satu kalimat becandaan dari temenku yang aku inget mpe sekarang, katanya, “Ooh…kirain anak elektro itu kerjaannya cuma ngurusin kabel listrik doang…”. Ga salah sih kalo aku bilang kayak gitu…tapi apa ga jadi “dong-dong”, bikin orang ber”gubrakz-gubrakz” ria, atau menimbulkan ekspresi, “Plis dong ah…” atau “Cape deh…” ?!?!? Heu..heu..heu..

Tapi sebelum mengenal akuntansi sekitar 4 tahun yang lalu, yang kebayang sama aku tentang kerjaannya orang akuntansi itu..ya…paling cuma jadi tukang bank, trus ngitungin duit-duit orang, bikin jurnal-jurnal aneh bin ga jelas, dan kerjaan-kerjaan lain yang menurutku waktu itu, “Apaan sih?”. Itu sih pandanganku tentang akuntansi waktu SMA dulu. Akuntansi???? Ngga banget deh…pelajaran yang paling bikin pengen muntah, mengalahkan “phobia” ku (lebay gw…hehe) sama pelajaran-pelajaran MaFiABio (alias Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Makanya itu aku ga mau masuk kelas IPS, coz aku ga mau berinteraksi lagi sama AKUNTANSI. Walaupun aku juga ga suka pelajaran-pelajaran IPA (puyeeeengggg…..), tapi ketidaksukaanku sama pelajaran-pelajaran IPA lebih aku sukai daripada satu pelajaran bernama Akuntansi ituhh.

Karma (emang ada? Ga percaya gw) atau apa? Sampai aku ditakdirkan hidup di dunia per’akuntansi’an. Hiks…hiks…

Tapi aku ga pernah menyesal…di semester 3 kuliahku akhirnya aku mulai mencintai akuntansi setelah melakukan pendekatan selama 2 semester.

Kalo aku cerita ini ma temen-temen kuliahku dulu, mereka dengan heran pasti nanya, “Trus kenapa pas SPMB milih akuntansi??”. Kalo ini sih gara-gara diiming-imingi Kakek (Pamannya Mama), yang nyeritain Tante, seorang sarjana akuntansi, yang berhasil masuk BI dengan gaji owkeh, dan nyeritain Om, sarjana akuntansi juga, yang dapet beasiswa ke luar negeri dan kerja di Thailand dengan gaji nyampe 2 digit juta rupiah. Trus diiming-imingi kerjaan-kerjaan lain yang bisa dengan mudah didapet ma sarjana akuntansi, tapi seingatku…Kakekku sama sekali ga nyebutin auditor sebagai salah satu kerjaannya orang akuntansi. Walah…ketipu aku (lho kok?)

Yah begitulah…semakin diselami akuntansi itu semakin menyenangkan…walaupun sejauh ini aku sih ngerasa baru tau kulitnya akuntansi. Tapi kulitnya doang udah setebel bukunya Kieso…isinya setebel apa ya?!?!?!