Hari-hari yang luar biasa…

Banyak pengalaman yang benar-benar baru selama seminggu terakhir ini.

Akhirnya resmi juga aku jadi seseorang yang ‘independen’ setelah tanggal 27 November 2008 memutuskan untuk ‘meninggalkan’ rumah.

Tanggal 27? Lagi-lagi 1 peristiwa penting mewarnai tanggal-27-ku. (Kenapa dengan angka 27? Semoga bisa diceritain di postingan berikutnya…).

Keputusan yang sulit, karena sebenarnya aku lagi ga pengen keluar rumah waktu itu. Tapi kesempatan yang sama ga selalu datang untuk yang kedua kalinya bukan? Dan kesempatan bekerja dan mendulang ilmu n pengalaman di the big four of accounting firm adalah suatu kesempatan yang mungkin ga akan datang 2 kali. Haha…saat ini aku bisa bilang kayak gini, padahal sebelumnya aku bener-bener ragu sampai harus mencari ‘dukungan’ banyak orang untuk memantapkanku bilang “YA” atau “NGGA”.

Dan untuk keputusanku hari itu, hari ini aku duduk di suatu plaza di Kelapa Gading, masuk dalam suatu tim yang, Insya Allah, nyaman, cuma perlu penyesuaian yang cukup tidak sebentar kayaknya, mengingat aku adalah satu-satunya yang baru dan sejauh ini (2 hari pertama), kayaknya sih aku…..begitulah.

Berbicara tentang ‘kesempatan’, keragu-raguanku justru semakin memudar ketika seseorang yang lain tidak berkesempatan mengambil kesempatan yang sama. Seseorang, yang dengannya aku membangun mimpi, justru harus memutuskan mundur di detik-detik terakhir, untuk alasan yang bisa diterima, tapi tetep aja bikin aku was-was. “Sakit…”, katanya. “Sakit apa?” Sampai harus memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan ini… tidak ada jawaban.

Tapi semua manusia punya jalan masing-masing. Mungkin kejadian tanggal 27 kemarin merupakan salah satu rahasia yang Allah ungkapkan untuk membuatku semakin memaknai setiap kesempatan yang datang di depan mata.