Begitu banyak buku…hanya tersimpan rapi dalam rakku selama ini. Ada beberapa buku yang bahkan belum sedikitpun kubaca sejak memilikinya. Beberapa buku yang lain baru kubaca sebagian. Banyak yang sudah selesai kubaca, tapi…aku lebih banyak lupa detail yang disampaikan dalam buku-buku tersebut, hanya intisarinya saja yang mungkin bisa kuceritakan (sedikit).

Membuka-buka buku lama, dan kemarin aku tertarik untuk membaca kembali Personality Plus-nya Florence Littauer. Buku itu belum sempat kubaca sampai selesai sebelumnya, hanya bagian-bagian yang menurutku berhubungan dengan kepribadianku saja yang tuntas kubaca.

Dimulai dengan tes kepribadian. Aku sudah melakukannya dua kali sebelumnya, dan hasilnya selalu sama. Aku adalah seseorang dengan dominasi kepribadian phlegmatis yang cukup kuat, polesan kelemahan sanguinis yang cukup signifikan, sedikit melankolis, dan hampir tidak memiliki kepribadian koleris.

Personality Plus, mungkin hanya ‘teori’ kepribadian yang muncul sebagai hasil penelaahan yang mendalam dari penulisnya, bukan sesuatu yang pasti. Tapi, buku ini cukup memberiku pemahaman mengenai cara memahami diri sendiri dan orang lain.

Setidaknya dengan membaca buku ini aku bisa memahami, mengapa tidak semua orang melakukan apa yang kulakukan, dan tidak semua orang menganggap benar apa yang kuanggap benar.

Aku kadang merasa bosan berinteraksi dengan si A, yang sama-sama phlegmatis. Aku selalu ingin memberontak ketika dihadapkan dengan si B yang koleris, tapi nyatanya aku hampir selalu mengikuti apa yang dia inginkan. Aku selalu heran dengan sikap si C yang melankolis, yang seringkali mempersulit masalah yang menurutku mudah. Aku kadang iri pada si D yang sanguinis, yang selalu menjadi ratu dalam setiap ‘pesta’.

Menarik untuk memperhatikan setiap orang yang kukenal dan mencoba memahami mengapa mereka bersikap seperti yang mereka lakukan. Dan yang lebih menarik adalah ketika aku menemukan orang yang tidak memiliki sedikitpun sifat yang kumiliki, cenderung bertolak belakang malah. Satu kalimat yang menurutku tidak tepat diutarakan di depan mereka adalah, “Kamu aneh”, karena mereka akan menganggapku lebih aneh lagi dengan menyebutnya aneh. Aneh memang… (yang ini sedikit curhat..berdasarkan pengalaman pribadi..hehe..).