Di suatu pagi yang cerah…tepatnya pagi ini…ketika ku merasa sangat bersemangat…beres-beres rumah, cuci peralatan dapur yang kotor, tiba-tiba….kyaaa…aku terpekik melihat sesosok makhluk berwarna coklat, dengan sayap yang mengkilap, dan kaki-kaki yang lincah berada di tempat cuci piring. Okay…aku akan menunggunya selesai melakukan aktivitas di tempat itu.

Beberapa menit kemudian, kupikir, “Pasti si cunguk itu udah pergi”. Dan mulailah satu per satu benda kotor kubersihkan. Tapi..lagi-lagi tiba-tiba dia menampakkan diri. Tanpa rasa kasihan sedikitpun aku pindahkan (dengan sedikit kasar) dia dengan tanganku yang belepotan busa sabun, sampai dia pun berlumuran busa sabun, dan jatuh pada posisi yang tidak menguntungkan saat menyentuh lantai setelah kulempar (Upss..maaf ya cunguk)…dia telentang. Aku hanya sedikit tertawa melihatnya kesulitan tengkurep lagi…kikikik…saat itu aku cuma bilang,”Masa sih tengkurep sendiri aja ga bisa!! Dasar cunguk!”. Tapi reaksi dia hanya menghentak-hentakkan kakinya, sepertinya masih mencoba tengkurep sendiri. Aku hanya memperhatikan segala usahanya…biarin aja dia berusaha bangun sendiri, lagian kalau aku bantuin, biasanya si cunguk itu ga tau terima kasih.

Dan aku pun kembali asyik dengan aktivitas mencuciku…dan beberapa menit kemudian aku menengoknya lagi…tapi kali ini…..uh oh…dia diam. Kelelahan? Mencoba menipuku? Atau mati? Oh jangan sampai dia mati. Tapi dia benar-benar tidak bergerak. “Memangnya seekor cunguk bisa mati ya ‘hanya’ gara-gara dia ga bisa tengkurep?”

Sampai berita ini diturunkan, si cunguk tetap diam tak bergeming T_T