Sukses itu dilihat dari proses, bukan hasil.

Tadi pagi tiba-tiba teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu, di tahun kedua SMA-ku.

Suatu hari pamong olahragaku mengumumkan akan ada lomba lari 10km di Borobudur. Semua siswa harus mengikuti tes, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Aku tidak berminat sebenarnya, kupikir lari 5 keliling lapangan saat tes samapta saja sudah membuatku…fiuuuhhh. Apalagi lari 10km??? Jika keliling satu lapangan bola sama dengan 400m, jadi 10km itu sama dengan 25 keliling lapangan bola. Wow!!

Tapi…pamongku mewajibkan semua siswa ikut tes. Huh…

Akhirnya hari tes itu pun tiba…

Aku berlari…hanya berlari…tanpa beban. Satu lap…dua lap…tiga lap…empat lap…lima lap…satu per satu temanku pun mulai ke pinggir lapangan dan memutuskan untuk berhenti. Tapi entah mendapat kekuatan dari mana…aku terus berlari. Baru lima lap, kupikir. Setiap semester pun aku lari minimal 5 lap dalam tes samapta. Enam lap…baru enam…belum bisa dikatakan hebat. Tujuh lap…aku lelah…aku ingin berhenti. Delapan lap…aku benar-benar lelah…di garis finish selanjutnya aku akan berhenti. Sembilan lap…Sepuluh lap…dan seterusnya…aku benar-benar ingin berhenti…tapi setiap melewati pamong dan teman-temanku yang sudah ‘tersingkir’ di pinggir garis finish, hatiku selalu berbicara….”Lanjutkan!! Satu lap lagi!!! Pasti bisa!”. Begitu seterusnya…setiap kali melewati garis finish, lagi-lagi hatiku berbicara ”Lanjutkan!! Satu lap lagi!!! Pasti bisa!”. Sampai akhirnya tes dihentikan karena tiba-tiba hujan turun sangat deras…dan saat itu aku sudah melewati 13 lap, jauh di atas ekspektasiku, walaupun banyak temanku yang mencapai hasil lebih baik dari itu.

Beberapa hari kemudian, pamongku mengumumkan siapa saja yang boleh ikut lomba lari 10km. Aku tidak ada dalam daftar. Aku gagal? Tidak. Aku merasa sangat puas menjalani proses 13 lap itu walaupun hasilnya mungkin dianggap mengecewakan bagi sebagian orang. Sampai sekarang, proses 13 lap itu adalah sesuatu yang membanggakan bagiku.

Aku belajar, bahwa kekuatan keyakinan bahkan dapat mengalahkan ketidakmampuan.

Aku belajar, bahwa sukses itu terjadi ketika kita tidak mengalah pada proses. Sukses itu terjadi ketika kita berhasil melewati setiap proses untuk mencapai tujuan.

Itu menurutku…