Hari ini aku bertemu seorang sahabat…entah kapan aku akan bertemu lagi dengannya, “Mungkin bulan depan”, katanya. Ya…mungkin. Mungkin juga kami tidak akan pernah bertemu lagi. Siapa yang tahu umur seseorang? Semuanya rahasia Allah.

Aku makin merasa sepi. Beberapa orang sahabat telah meninggalkan Kota ini. Empat tahun lalu kami dipertemukan, tapi semuanya harus diakhiri dengan perpisahan.
Tinggal menunggu waktu….tak lama lagi pun aku pasti akan meninggalkan Kota ini, meninggalkan kampus ini, tapi aku ingin meninggalkan sesuatu yang dikenang di tempat ini.

Memoriku seolah memutar kembali serpihan-serpihan peristiwa yang kualami selama empat tahun terakhir ini. Masa-masa awal kuliah kurasakan sebagai masa pencarian jati diri. Tekadku ketika menginjakkan kaki di kampus ini adalah, “Aku harus ikut sebanyak-banyaknya organisasi, ikut sebanyak-banyaknya kepanitiaan, untuk mencari sebanyak-banyaknya teman dan pengalaman.”
Hanya itu…semangat dari seorang mahasiswa baru yang masih meraba-raba jalan yang akan ditempuhnya. Sampai suatu ketika seorang sahabat bertanya, “Apa tujuan hidupmu di dunia?”, dengan mantapnya aku menjawab, “Aku ingin membahagiakan orang tuaku dan orang-orang yang kucintai dan mencintaiku.”
Sepertinya si dia tidak puas dengan jawabanku. Bukan karena tidak setuju, tapi menurutnya ada hal lain yang seharusnya menjadi tujuan utama setiap umat manusia di dunia.
Aku berusaha mencari jawaban itu…Kadang aku berpikir, aku bodoh. Apa yang kulakukan selama 18 tahun terakhir ini sampai tujuan hidup pun masih dalam tahap pencarian.
Tahun-tahun selanjutnya yang kulewati di kampus ini membuat aku semakin sadar arti adaku di dunia. Aku ada karena Allah dan suatu saat nanti pasti kembali pada Allah. Jadi…”Apa tujuan hidupmu di dunia?”. Saat ini aku bisa dengan mantap menjawab, “Beribadah. Aku ingin Allah ridho padaku”. Mudah memang mengucapkannya…tapi ternyata praktik ga semudah teori. Betapa sulit mengonsistensikan hati ini untuk tetap teguh di jalanNya. Tapi aku merasakan kasih sayang Allah begitu besar padaku. Allah telah menciptakan banyak sahabat di sekelilingku yang selalu mengingatkan dan mendukungku, dalam keadaan apapun. Merekalah yang kini satu per satu meninggalkanku di Kota ini untuk menjalani fase kehidupan berikutnya.

Semoga Allah melindungi sahabat-sahabatku dimanapun mereka berada. Karena aku sayang mereka…