Suasana kamar sangat tidak nyaman….berantakan….sangat berantakan.
Di bawah jendela kamar, ada beberapa pakaian yang seharusnya tidak berada disitu. Ibu cuci mengantarkan pakaian-pakaian itu seminggu yang lalu, tapi banyak hal yang membuatku ga sempat membereskannya. Bukan karena sibuk. Sekali lagi aku bilang…bukan karena sibuk. Aku malu harus mengatakan “Aku Sibuk”. Aku hanya tidak bisa mengatur waktuku dengan baik.
Di tengah-tengah kamar, beberapa barang berada di tempat yang ga semestinya. Tas laptop berada pada posisi yang mengenaskan, bersama dengan tas ranselku yang lain. Tas-tas yang malang…
Handuk mandiku terletak di atas bantal, dua-duanya berada di tempat yang tidak semestinya. Peralatan centilku bertebaran dimana-mana. Sementara wadah yang kusediakan untuk mereka hampir ga ada isinya. Aneh memang…kenapa mereka ga betah tinggal di tempatnya. Alas setrika yang belum kurapikan membentang di bawah rak buku. Sementara setrikanya berada di antara tumpukan barang-barang lain di tengah kamar. Beberapa buku tertumpuk, lagi-lagi, di tengah kamar. Bukan buku yang berhubungan dengan skripsi, bukan juga buku-buku kuliah yang lain, tapi buku mata pelajaran sejarah SMA. Nah loh?
Beberapa barang tak berguna yang harusnya kusimpan di tempat semestinya (tempat sampah – red), terlihat berada di beberapa titik kamar. Di dekat meja komputer, ada sekantong benda kering yang baunya tidak berubah walaupun kubiarkan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Beberapa kertas tipis dan lembut, benda yang hanya kugunakan sekali dalam setiap kali pemakaian, tersimpan kusut di atas radio tape di bawah rak buku, di dekat tumpukan buku-buku di tengah kamar, dan di bawah meja komputer.
Semua sumber kekacauan berada di tengah kamar.
Di antara banyak kekacauan di kamarku…aku masih bisa berbangga, karena rak bukuku tetep Te O Pe. Ga nampak kekacauan berarti di tempat aku menyimpan jendela dunia ini. Hanya selapis debu tipis yang menutupi bagian-bagian rak yang tak tertutupi buku. Jadi, bukuku juga berdebu dong? Ya enggak lah…mana mungkin aku membiarkan guru-guruku yang paling sabar ini menjadi kusam karena debu-debu nakal yang menghinggapi apapun yang berada di dekatnya.
Di sisi ruangan yang lain dekat kamar mandi…
Botol-botol kosong bekas air mineral tampak bersatu dalam satu kantong. Sehelai rok berada di atasnya. Aneh…padahal tepat di sebelahnya ada wadah yang kusediakan untuk pakaian kotor. Ooh…mungkin dia ragu-ragu untuk masuk ke tempat itu, dia dengan percaya dirinya ingin mengatakan padaku bahwa dia masih layak pakai sebelum akhirnya harus dimasukkan ke dalam ember penuh air dan deterjen bersama makhluk-makhluk sejenisnya yang kotor dan bau. Baiklah…akan kupakai dia sekali lagi di lain kesempatan.
Beberapa gelas kotor terletak di tempat yang terpisah-pisah. Ada satu gelas di atas rak buku, satu gelas di atas dispenser air, satu gelas di atas rak serba guna. Botol-botol kosong yang ga kebagian tempat di dalam kantong, tempat botol-botol lain berada, berdiri dengan kecewa di meja komputer. Sementara satu botol yang lain tergeletak di bawah dispenser, mungkin sedang meratapi ketidakberdayaannya berada di tempat yang lebih nyaman.
Di atas sebuah kardus kecil di depan rak buku, ada sepasang benda warna pink kemerah-merahan yang sama sekali berbeda fungsi. Yang satu adalah tempat aku menyimpan sampah kering. Di dalamnya ada beberapa kapas kotor, bekas kupakai dalam acara ritual malam. Di sebelahnya, tempat tissue gulung tampak kosong, padahal ada tissue gulung di depan rice cooker yang kedinginan karena tidak memiliki tempat tinggal. Dua makhluk yang egois…
Dan, akhirnya, sesosok makhluk penanggung jawab ruangan yang sangat berantakan ini tampak asyik menyantap jagung rebus sambil sesekali menyentuh tuts-tuts di keyboard laptopnya. Tak tampak rasa penyesalan di mimik mukanya karena telah membiarkan ruangan ini menjadi lebih mirip kapal pecah. Dia menikmati hidupnya, menikmati lingkungannya, enjoy aja…
Dan ini tak bisa dibiarkan…Woooooiiiiiiii…..jangan ngetik muluuuuu……bersihin nih kamar!!!!!!!!

20 menit kemudian….
Ruangan tampak lebih baik. Karpet di tengah ruangan mulai menampakkan dirinya, setelah sebelumnya sama sekali tak terlihat karena tertutupi berbagai jenis barang. Pakaian di bawah jendela sudah dimasukkan dalam lemari. Baru ketauan deh kalo ternyata sehelai kaus kaki kehilangan pasangannya….Fiuuuhh…kadang kecewa dengan hasil kerja Ibu Cuci, beberapa pakaian kecilku hilang…atau tak utuh ketika ku terima kembali…dan dalam dua minggu terakhir ini dua pasang kaus kaki kesayanganku pun raib…
Tas laptop sudah dalam posisi yang lebih nyaman. Alas setrika baru saja kulipat dan kuletakkan di tempatnya. Kini tissue dan wadahnya pun tidak lagi egois. Mereka sadar bahwa mereka tak dapat dipisahkan. Beberapa benda tak berguna telah berada di satu titik dan siap untuk diantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir…semoga mereka dapat beristirahat dan menjalani kehidupan berikutnya dengan damai. Handuk mandi masih di atas bantal, tapi bantal sudah berada di tempat yang seharusnya. Rok yang tidak ingin disebut kotor itu akhirnya bisa kupaksa masuk ke dalam tempat cucian, tinggal menunggu giliran untuk dibersihkan. Botol-botol liar kini telah tertampung semua dalam satu kantong, yang kuletakkan di pojok ruangan. Buku-buku mata pelajaran sejarah SMA dalam posisi yang seragam. Semuanya tertutup sehingga lebih enak dilihat, walaupun aku belum menemukan tempat yang lebih baik untuk menyimpannya. Peralatan centilku akhirnya kembali ke habitatnya. Mereka sedang bercengkerama satu sama lain setelah satu hari penuh berpetualang di berbagai sudut ruangan. Gelas-gelas pun sudah bisa kupaksa masuk kamar mandi, dan kini mereka menunggu untuk kumandikan. Gelas-gelas yang manja. Tinggal beberapa benda kecil yang masih tergeletak tak berdaya, hanya ada dua pilihan untuk mereka. Disimpan di tempat kosong yang mungkin masih tersedia atau dilemparkan begitu saja ke tong sampah karena dianggap sudah benar-benar tidak berguna.
Dan penanggung jawab kamar ini? Dia sedang asyik mengetik di hadapan laptopnya, padahal masjid-masjid telah menyerunya untuk shalat.
Dan ini tak bisa dibiarkan…Woooooiiiiiiii…..jangan ngetik muluuuuu……cepetan shalaaaaaaaattttt!!!!!!!!