Ahnaf Mulai Mengeja (2)

Leave a comment

Oke, lanjut ya…

Jadi, inti dari pengantar yang panjang lebar di tulisan sebelumnya adalah saya mau bilang kalau sejak sepekan yang lalu Ahnaf mulai belajar membaca. Yeay…

Saya merencanakan Ahnaf harus bisa membaca Alquran dan latin sebelum masuk SD, which is kalau hitung-hitungan waktu berarti 2,5 tahun lagi.

Kenapa seambisius itu? Karena saya ingin anak-anak bisa membaca dari hasil pengajaran orangtuanya di rumah, bukan gurunya di sekolah.

Kenapa se-AMBISIUS itu? Karena ‘tergiur’ dengan keutamaan yang disebutkan dalam beberapa hadits tentang mengajarkan kebaikan, salah satunya:

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Selengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/9641-keutamaan-mengajarkan-ilmu.html

Di hadits lain yang sudah sangat sering kita dengar disebutkan:

“Jika seorang wafat, maka terputuslah amalannya, kecuali 3 hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim No. 1631)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/11361-apakah-orang-tua-mendapatkan-pahala-amal-shalih-anaknya.html

Di artikel yang sama dijelaskan bahwa apabila seorang anak melakukan amal shalih dari hasil pendidikan dan pengajaran ayahnya, maka sang ayah akan mendapat balasan pahala.

Membaca dan menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki untuk memahami ilmu (agama), ketika perkara dasar itu kita yang mengajarkan, maka setiap huruf atau kata yang anak-anak baca untuk memahami ilmu kemudian mengamalkannya, insya Allah menjadi pemberat timbangan kebaikan untuk yang mengajarkannya.

Rencananya, saya akan mulai dengan mengajarinya membaca tulisan latin, namun rencana sedikit bergeser karena Ahnaf menunjukkan minat yang cukup besar pada buku IQRO yang baru dimilikinya dua pekan yang lalu. Dalam sepekan sudah habis IQRO 1, lebih mudah karena pada awalnya ia sudah hafal huruf hijaiyah.

Sudah 3 hari ini memulai IQRO 2, disinilah ia mulai tersendat-sendat membaca, dan tampak mengalami penurunan semangat. Oke, ga apa-apa Dek, kita selow aja ya…

Adapun waktu belajarnya yang belum tentu, inginnya dikonsistenkan pada waktu tertentu, misalnya sehabis maghrib, sejauh ini waktu belajar tidak sesuai dengan yang direncanakan, se-mood-nya Ahnaf saja, tapi sebisa mungkin saya ajak ia belajar membaca barang sebaris atau dua baris sehari.

Ya begitulah cerita saya hari ini…

Ahnaf Mulai Mengeja

Leave a comment

Pada diri sendiri saya berjanji lebih serius mengenalkan Ahnaf pada dunia baca tulis tahun ini. Jangan tanya metode, sesungguhnya saya tidak banyak belajar tentang metode ini itu, bahkan boleh dibilang tidak pernah belajar sama sekali.

Mungkin saya akan menerapkan cara yang sama dengan yang saya terapkan ke Akhtar dulu. Asli, ini hanya inisiatif saya saja mengajari Akhtar seperti itu. Sekali lagi, jangan tanya ini metode apa?

Kenapa saya merasa perlu mengulang pernyataan “Jangan tanya metode”. Sebenarnya ini adalah aksi atas ke-insecure-an saya (hehe) karena ibu-ibu hebat di luar sana yang begitu fasih menjelaskan metode mengajari anak membaca. Sangat jelas perencanaan dan step by step-nya. Wah saya ngga ada apa-apanya banget. Bukan mau nyinyir lho ya, tapi serius saya kagum pada mereka.

Sejujurnya, apa yang saya lakukan selama ini dalam mengajari anak-anak lebih banyak mengandalkan feeling dan pengetahuan yang minim, juga pengalaman hasil coba-coba.

Sebagai contoh, pengalaman saya mengajari Akhtar membaca adalah dengan: membacakannya buku, menempel poster huruf dan membacanya berulang-ulang dalam setiap kesempatan, mengaitkan huruf dengan nama benda atau gambar. Setelah punya basic itu, yang terakhir, di luar rencana dan (awalnya) di luar kehendak saya, Nin mengajari Akhtar cara cepat membaca dengan metode yang biasa ia terapkan ke murid-muridnya, ya metode Nin saya bilang. Ba bi bu be bo, dst.

Dari sini, saya yakin ada yang mulai mundur teratur dari meneruskan membaca tulisan saya.

Ya, metode Nin ini memang bagi sebagian kalangan dianggap usang, dan hanya mengandalkan hapalan, pada akhirnya hanya membuat anak “bisa”, tapi “tidak cinta membaca”.

Tapi tidak bisa digeneralisasi seperti itu kok. Iya (mungkin) akan seperti itu, kalau anak masih “kosong” dari pengalaman membaca, tidak mengenal buku, lingkungan tidak dikondisikan bagi anak untuk senang membaca, lalu tiba-tiba dia diajari membaca dengan cara cepat seperti itu. Maka, terlepas dari metode yang dipilih, dan sebelum membicarakan metode malah, menurut saya yang terpenting adalah menciptakan lingkungan yang selaras dengan alam, eh, buku dan aktivitas yang berkaitan dengannya.

Oke… Mau bicara apa tadi?

Oowh soal Ahnaf mengeja ya.. hehe.

Lanjut di tulisan selanjutnya aja ya… Kepanjangan. Haha.

Anak Perempuan

Leave a comment

Aliya, berusia dua tahun sekarang, masih menyusu, dikit-dikit minta, dan kadang ngga sebentar. Seringkali saya menyuruh kakak-kakaknya untuk “menghitung”…

“Ayo A hitung”, kata saya sedikit berbisik.

“Satu… dua…”, mereka mulai menghitung.

Dan pada hitungan kedua, Aliya melepas ‘nenen’ dengan wajah tersenyum, kadangkala dengan wajah tidak senang, karena sebenarnya masih ingin menyusu.

Aliya, meski masih berumur dua tahun, bicaranya sudah banyak sekali, dibandingkan dengan kakak-kakaknya dulu. Seingat saya, Aliya sudah bisa mengucapkan kata bermakna sejak 18 bulan, sejak saat itu ia terus merangkai kata menjadi kalimat. Dua kata dalam satu kalimat, tiga kata, empat, lima, sampai enam.

Apakah memang seperti ini anak perempuan?

Dulu, Akhtar baru bisa berkomunikasi dengan jelas di usia 2,5 tahun, sampai usia 2 tahun bahkan ia belum bisa memanggil saya “Mim”. Ahnaf lebih lama lagi. Usia tiga tahun, kalau tidak salah, baru mulai jelas berkata-kata.

Dulu saya pikir hal itu karena saya melakukan stimulasi yang berbeda antara Akhtar dan Ahnaf. Akhtar lebih sering saya ajak ngobrol dan membaca buku, dibandingkan Ahnaf. Tapi hal itu terbantahkan oleh Aliya yang dalam hal intensitas ngobrol dan baca bukunya pun ngga seintens Akhtar.

Jadi, anak ketiga ini menjadi titik tolak bagi saya untuk tidak membandingkan anak satu dan yang lainnya. Ternyata mereka semua unik dan membawa karakter bawaannya sejak lahir.

Kembali lagi ke Aliya, yang lebih ‘hideng’ dibandingkan kedua kakaknya. Dia memahami petunjuk dengan lebih baik. Dan mampu memberikan respon yang sesuai dengan kondisi di sekitarnya. Misal, melihat air tumpah, ia cepat mengambil lap. Bukan sekali dua kali ia pun membereskan mainan dengan inisiatifnya sendiri. Atau memberikan bantuan ‘kecil’ untuk kakak-kakaknya, seperti membawakan air minum, mengambilkan baju, atau membukakan tutup botol untuk Ahnaf.

Apakah memang seperti ini anak perempuan?

Foto tanda mobil di Indonesia 2

Leave a comment

Sekarang ini fotonyaT purwakarta dan karawangL surabayaKt balikpapanPb papua baratAb jogjaP jember dan banyuangiDd sulbarSampai sini dulu nanti lanjut ke foto tanda mobil tiga*Thanks for reading.see you next time

Tanda mobil seluruh Indonesia dan fotonya

Leave a comment

A Banten. M Madura. K Pacitan. L Surabaya. Bh Jambi. Dd Sumbar. E Cirebon dan Kuningan. F Bogor .T Karawang dan Purwakarta.B Jakarta. D Bandung. Da Banjarmasin. Kt Balikpapan. Ku Kalimantan Utara.W Gresik dan Sidoarjo. P Jember dan Banyuwangi.Aa Magelang. Ab Jogja. H Semarang. Bk Sumut.G Pekalongan.Pb Papua Barat.bp kepulauan Riau

Itu tanda mobil yang saya tauIni foto nya

B jakartaD bandungH semarangA bantenSemoga kebaca a nya soalnya dari samping fotonya.. selanjutnyaM maduraW gresik dan sidoarjoMaaf ada coretan ya.

Bp kepulauan Riau

Segitu dulu ya fotonya nanti liat lagi foto nya ya ke foto tanda mobil dua

*Thanks for reading.see you next time

Hemat sampah! dan jaga lingkungan

Leave a comment

*ini paling lebih wajib dibaca tentang jaga lingkungan*

Sampah memang berharga tapi jangan sekali kali percaya sampah bisa terurai.maka kita harus daur ulang.di balikpapan kayak gini saya liat sedikit sampah yang bertebaran di pinggir jalan.

Yang lebih penting ini.jaga lingkungan nanti kalau tidak akan rusak lingkungan kita.pohon lebih penting jika semua sudah tidak ada pohon nya.jadi karbondioksida saja yang kita hirup.harusnya karbondioksida itu diserap oleh pohon

Maka harus kapokan mereka yang sering seperti itu.saya maunya kayak gini sih

Kalau ada yang nebang pohon sedikit bayar 10.000.kalau pas ditangkap dia bilang’ampun nanti saya janji tidak menebang lagi’ sahut nya. Lalu kalau yang banyak ditebang nya(pohonnya)nanti akan bayar100.000rp setiap hari.

Kalau yang bunuh hewan lebih mahal lagi harganya satu miliar Rp setiap hari

Lihat itu parah nya penebangan itu.kedua peringatan ini harus wajib dibaca.

Semoga ketemu di lain waktu

Thanks for reading.su nixt time

Ke Jakarta lagi ke jakarta lagi paaaap

Leave a comment

Assalamu’alaikum hari ini akhtar tulis yang paling kalian tercengang banget deh liat bacaan ini nih.wajib liatin!

Kemarin kemarin pap ke Jakarta mau ada urusan

Yang ini pertama kali kaget melihat mpap ke Jakarta.karena itu berita utama ini dikasih tau ke nin dan abah.tapi sengaja ngirim ke abah padahal WhatsApp nya gak aktif hahaha

*Sengaja banget tuh ngirim ke abah da baru nyaho waktu eta teh

Lalu akhtar tanya lagi ke mpap lewat WhatsApp

A.”pap ini akhtar”

A.”pap beneran ke jakarta?”

Begitulah kira-kira percakapan akhtar ke mpap. mpap menjawab”iya”

Hari ini pap ke Jakarta laaaaaagi

Yaa allah pap pap.hari ini ke Jakarta lagi hayoh.cpcpcp.hari ini akhtar kembali kasih tau nin kali ini bahasa sunda

“Nin benting iyeu pap ka jakarta deui”

Kata akhtar.begitu ceritanya. sekarang hari kedua ke jakarta.mpap mpap kenapa sendiri aja.padahal akhtar kangen jeng jawa.jawa na jakarta.

*Tapi gajadi deh ke Jakarta nya panas polusi

Thanks for watching.su nixt tame

Older Entries